Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Fintech Pendanaan Samir Salurkan Pembiayaan Rp1,5 Triliun hingga April 2026

        Fintech Pendanaan Samir Salurkan Pembiayaan Rp1,5 Triliun hingga April 2026 Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) menyalurkan pembiayaan sebesar Rp1,5 triliun sepanjang Januari hingga April 2026. Nilai tersebut setara dengan sekitar 50% dari total pembiayaan yang disalurkan sepanjang 2025, mencerminkan pertumbuhan bisnis perusahaan sejak awal tahun.

        Direktur Utama Samir, Handy Juniandri, mengatakan pertumbuhan pembiayaan tersebut ditopang oleh peningkatan penyaluran di luar Pulau Jawa.

        Pembiayaan dari Pulau Sumatra tercatat mencapai sekitar 17% dari total penyaluran. Selanjutnya disusul Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Papua, serta Maluku. Adapun Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 69%.

        Sebagian besar pembiayaan tersebut disalurkan kepada masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

        "Samir hadir di tengah-tengah masyarakat bukan hanya sekadar platform pindar, melainkan di tengah situasi ketidakpastian ekonomi saat ini, kami berharap Samir mampu menjadi alat bantu ekonomi yang efektif, membantu kebutuhan darurat hingga menjaga arus kas di masa yang sulit bagi masyarakat dan para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengakses pembiayaan yang transparan, patuh pada regulasi OJK dan selalu mengedepankan perlindungan terhadap konsumen sehingga Samir tidak hanya tumbuh secara bisnis tetapi juga berkontribusi sehat dalam mendukung keberlanjutan bisnis UMKM di Indonesia," ujar Handy dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

        Di tengah pertumbuhan penyaluran pembiayaan, perusahaan menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui penguatan manajemen risiko dan tata kelola guna menjaga kualitas aset.

        Secara tahunan, Samir membukukan total penyaluran pembiayaan lebih dari Rp2,9 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 176% dibandingkan 2024.

        Baca Juga: Fintech Lending Jadi Jembatan Akses Kredit Masyarakat

        Baca Juga: Temukan Kasus Pembiayaan Fiktif Rp15,47 miliar, OJK Sita 41 Aset BPRS Gebu Prima

        Hingga Mei 2026, total pembiayaan kumulatif yang telah disalurkan perusahaan mendekati Rp7 triliun kepada sekitar 2 juta peminjam unik (unique borrower). Dari jumlah tersebut, sebanyak 53% merupakan peminjam laki-laki, sedangkan sisanya perempuan yang berasal dari berbagai sektor produktif.

        Handy menambahkan, sumber pendanaan perusahaan saat ini berasal dari 11 lender institusi, termasuk tiga bank, yakni Bank Neo Commerce, Super Bank Indonesia, dan Bank Sahabat Sampoerna.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: