Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo vs Gibran Cuma Kamuflase? Pengamat Sebut Musuh Sebenarnya Jokowi

        Prabowo vs Gibran Cuma Kamuflase? Pengamat Sebut Musuh Sebenarnya Jokowi Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Isu hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan setelah muncul anggapan adanya konflik politik yang berkembang di balik pemerintahan.

        Meski belum pernah diungkap secara terbuka oleh kedua tokoh tersebut, dinamika politik yang terjadi memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik.

        Namun, pengamat politik Dr. Selamat Ginting memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, yang sedang terjadi bukanlah benturan langsung antara Prabowo dan Gibran, melainkan pertarungan pengaruh politik yang masih berkaitan erat dengan sosok mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

        “Presiden Prabowo sedang terlibat di dalam perang dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Konflik terbuka yang dilihat orang,” kata Selamat, dikutip dari tayangan YouTube Forum Keadilan TV.

        Meski begitu, Selamat menilai konflik yang tampak di permukaan sebenarnya jauh lebih kompleks. Ia menyebut pertarungan tersebut berlangsung melalui berbagai jalur, mulai dari elite politik, birokrasi, partai politik hingga pembentukan opini publik.

        “Terlihat bahwa ada pertarungan opini publik di antara kedua kubu (Prabowo dan Gibran). Nah, ini sesungguhnya ada tiga lapisan konflik yang sedang terlihat. Pertama adalah konflik Prabowo versus Jokowi legacy,” ujar dia.

        Baca Juga: 'Nyesel Nggak Anda Nggak Milih Saya?', Anies Baswedan Sindir Pemuja Prabowo?

        Menurut Selamat, posisi Gibran sebagai putra sulung Jokowi membuat sosok wakil presiden sulit dipisahkan dari pengaruh politik sang ayah. Karena itu, sebagian elite membaca dinamika yang terjadi bukan sebagai perseteruan pribadi antara Prabowo dan Gibran.

        “Gibran itu sulit dipisahkan dari warisan politik bapaknya. Dalam hal ini Jokowi karena itu sebagian elite membaca dinamika saat ini bukan sebagai pertarungan Prabowo versus Gibran, melainkan Prabowoisme versus Jokowisme,” lanjut Selamat.

        Ia menilai Prabowo kini tengah berupaya membangun fondasi kekuasaan dan basis politiknya sendiri sebagai presiden. Di sisi lain, jaringan politik yang dibangun Jokowi selama dua periode pemerintahan disebut masih berusaha mempertahankan pengaruhnya dalam pemerintahan yang sekarang.

        Selamat kemudian menyinggung sejumlah gejala politik yang menurutnya sering dijadikan indikator adanya pertarungan pengaruh tersebut. Salah satunya adalah munculnya usulan pemakzulan terhadap Gibran yang datang dari sejumlah purnawirawan TNI.

        “Gejala yang sering dijadikan indikator itu pertama adalah usulan pemakzulan Gibran oleh para Purnawirawan TNI. Justru mereka kemudian mendukung Prabowo. Kan kontra, meminta Gibran dilengserkan tapi mendukung Prabowo. Ini saja sudah peta,” tambah dia.

        Menurut Selamat, dinamika tersebut menunjukkan bahwa konflik yang berkembang tidak sekadar menyangkut hubungan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, melainkan juga pertarungan pengaruh politik yang lebih luas di lingkungan pemerintahan dan elite nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: