Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BEI Targetkan Lebih dari 1.100 Perusahaan IPO hingga 2030

        BEI Targetkan Lebih dari 1.100 Perusahaan IPO hingga 2030 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menargetkan lebih dari 1.100 perusahaan tercatat melalui penawaran umum perdana saham (IPO) hingga 2030 mendatang.

        "Target IPO tadi kami sampaikan di atas 1.100 perusahaan di tahun 2030," kata Jeffrey saat ditemui wartawan di BEI, Jakarta, Senin (29/6/2026).

        Meski begitu, Jeffrey belum bisa memastikan berapa jumlah perusahaan yang akan melantai ke bursa dari tahun ke tahunnya.

        Namun ia berharap pencapaian target tersebut dapat didorong oleh perusahaan dari seluruh sektor industri dan berbagai skala usaha, sehingga semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan.

        "Tentu kita harapkan dari semua sektor dan semua jenis perusahaan," katanya.

        Sebelumnya Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan sebanyak 26 perusahaan telahmelakukan pencatatan saham baru (IPO) sepanjang 2025. Adapun total kapitalisasi pasar tembus sebesar Rp155,2 triliun pada saat pencatatan.

        Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan dana yang berhasil dihimpun melalui IPO mencapai sekitar Rp18,1 triliun, meningkat 26% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari sektor basic materials, diikuti sektor financials dan infrastruktur.

        "Sepanjang tahun 2025, terdapat 26 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp155,2 triliun pada saat IPO," kata Jeffrey dalam RUPST di Main Hall Bursa, Jakarta, Senin (29/6/2026).

        Baca Juga: BEI Catat 26 Perusahaan IPO Sepanjang 2025, Total Dana Dihimpun hingga Rp18,1 Triliun

        Baca Juga: Tertinggi Sepanjang Sejarah, BEI Bukukan Laba Bersih Rp1,07 Triliun di 2025

        Selain melalui IPO saham, penghimpunan dana melalui Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) mencapai Rp217,4 triliun, sedangkan melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dan Waran mencapai Rp43,7 triliun. Pencapaian ini semakin memperkuat fungsi pasar modal sebagai sumber pembiayaan yang komprehensif.

        BEI juga terus memperkuat ekosistem pasar modal melalui pengembangan produk, layanan, dan infrastruktur, sekaligus memperluas inklusi keuangan melalui edukasi dan digitalisasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: