Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Musuh Jangan Dijauhi, Tapi Jadikan Teman

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Musuh Jangan Dijauhi, Tapi Jadikan Teman Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi memberikan pesan berbeda kepada mahasiswa yang sedang menghadapi berbagai kesulitan selama menempuh pendidikan tinggi. Alih-alih menghindari persoalan, ia meminta mahasiswa belajar menghadapinya dan menjadikan kesulitan sebagai pengalaman untuk membangun kemampuan.

Menurut Dedi, persoalan ekonomi tidak seharusnya membuat mahasiswa kehilangan semangat untuk menyelesaikan kuliah. Justru berbagai kesulitan yang muncul selama masa pendidikan dapat menjadi bekal ketika mereka memasuki kehidupan setelah kampus.

Baca Juga: Kaesang Menantang Kandang PDIP: Puan Siap Lawan, Jokowi Lepas Tangan

"Jangan hanya mengejar gelar akademik namun perbanyak pengalaman selama menjadi mahasiswa. Jadikanlah kesulitan itu sahabat agar Anda menjadi orang yang mampu, tidak mengalami masalah ketika berhadapan dengan kesulitan. Musuh jangan dijauhi, tapi jadikan temannya," ucap Dedi, dikutip Kamis (13/8/2026).

Dedi menilai mahasiswa yang mengalami keterbatasan ekonomi tidak perlu merasa rendah diri. Menurutnya, kondisi keuangan keluarga bukan alasan untuk menghentikan pendidikan apabila masih terdapat kemauan kuat untuk menyelesaikan kuliah.

Ia bahkan memberikan bantuan kepada sejumlah mahasiswa yang mengalami kendala finansial. Bantuan tersebut mencakup pembayaran biaya kos selama dua tahun serta pembebasan biaya kuliah selama lima semester. Mahasiswa yang ingin merintis usaha kecil juga mendapatkan bantuan modal sebesar Rp5 juta.

Dedi berharap bantuan modal tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sesaat, tetapi dapat menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk mendapatkan penghasilan tambahan selama kuliah. Dengan memiliki usaha kecil, mahasiswa diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus sepenuhnya bergantung kepada orangtua.

Perhatian Dedi terhadap mahasiswa muncul setelah ia mendengar berbagai keluhan mengenai biaya pendidikan dan kehidupan di sekitar kampus.

Sejumlah mahasiswa mengaku menghadapi beban biaya kuliah, biaya kos, serta kebutuhan sehari-hari. Bahkan mahasiswa yang masuk melalui jalur prestasi pun tidak otomatis terbebas dari persoalan biaya.

Kondisi tersebut kemudian mendorong sang gubernur mengusulkan adanya revisi cakupan penerima KIP Kuliah. Ia ingin mahasiswa dengan keluarga berpenghasilan di bawah Rp10 juta per bulan dapat dipertimbangkan untuk memperoleh bantuan tersebut.

Baca Juga: Jokowi Soal Kaesang Maju di Kandang PDIP: Sudah Dihitung, Risiko Persaingan Juga Dikalkulasi

"Saya usul agar nanti ketentuannya dibawah Rp10 juta boleh dapat KIP," tutur Dedi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar