Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Komisaris BUMN Jadi Bancakan? Said Didu: 920 CV Timses Era SBY Saya Buang ke Tong Sampah!

        Komisaris BUMN Jadi Bancakan? Said Didu: 920 CV Timses Era SBY Saya Buang ke Tong Sampah! Kredit Foto: Twitter/Said Didu
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menyoroti isu yang tengah ramai dibicarakan publik terkait jabatan komisaris BUMN yang diberikan kepada tim sukses pemenangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        Menurut Said Didu, praktik obral jabatan komisaris BUMN kepada relawan maupun timses bukan hal baru. Ia menyebut hal serupa sudah terjadi sejak era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan berlanjut di masa Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

        Saat menjabat sebagai Sesmen BUMN sekaligus Ketua Tim Evaluasi seleksi Direksi dan Komisaris BUMN pada 2005, Said Didu mengaku pernah membuang sekitar 920 curriculum vitae (CV) yang berasal dari relawan, timses, hingga partai politik pendukung SBY-JK.

        "Melihat obral jabatan komisaris BUMN kepada relawan dan tim sukses sejak rezim Jokowi sampai saat ini, jadi teringat saat saya diberikan amanah sebagai Sesmen BUMN 2005, sebagai Ketua Tim Evaluasi seleksi Direksi dan Komisaris BUMN, saya buang ke TONG SAMPAH sekitar 920 CV usulan Komisaris dan Direksi BUMN dari relawan dan tim sukses pasangan SBY-JK serta dari Parpol," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (30/6).

        Baca Juga: Termasuk Perhotelan, Prabowo Sebut BUMN di Beberapa Sektor Ini Tak Pernah Untung dan Bakal Ditutup

        Ia menambahkan, tindakannya itu sempat membuat banyak pihak marah dan melaporkannya ke Menteri BUMN, Wakil Presiden Jusuf Kalla, hingga Presiden SBY. Namun, Said Didu menegaskan sikapnya tidak berubah.

        "Jawaban saya hanya satu: saya tidak rela BUMN jadi TONG SAMPAH!!! Bapak Presiden @SBYudhoyono dan Pak Wapres @Pak_JK tidak marah tuh. Jadi intinya apakah ada yang mau memperbaiki BUMN atau memang mau dijadikan bancakan penguasa," tandasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: