Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tanggapi Wacana Mobil Nasional, Toyota Ingatkan Pentingnya Bangun Ekosistem

        Tanggapi Wacana Mobil Nasional, Toyota Ingatkan Pentingnya Bangun Ekosistem Kredit Foto: Xinhua
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wacana mengenai mobil nasional kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan mengapa Indonesia belum memiliki merek mobil nasional yang kuat meski telah merdeka selama puluhan tahun. Di tengah perdebatan tersebut, Toyota menilai bahwa pembangunan industri otomotif nasional tidak hanya berbicara soal menghadirkan sebuah merek kendaraan.

        Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengatakan, industri otomotif yang kuat membutuhkan proses panjang serta dukungan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, keberhasilan sebuah industri tidak dapat diukur hanya dari keberadaan sebuah merek, melainkan juga dari kekuatan ekosistem yang menopangnya.

        “Membangun industri otomotif yang kuat membutuhkan proses jangka panjang dan kolaborasi seluruh stakeholder. Bukan hanya menghadirkan sebuah merek, tetapi juga membangun ekosistem yang mencakup manufaktur, supply dan value chain, sumber daya manusia, riset dan teknologi, hingga daya saing produk di pasar domestik maupun ekspor,” ujar Bansar kepada Warta Ekonomi, Senin (29/6/2026).

        Ia menjelaskan, penguatan industri otomotif nasional memerlukan investasi yang berkesinambungan di berbagai sektor. Selain kemampuan memproduksi kendaraan, industri juga membutuhkan jaringan pemasok komponen yang kuat, sumber daya manusia yang kompeten, serta penguasaan teknologi agar mampu bersaing di pasar global.

        Toyota mencontohkan pengalamannya selama lebih dari lima dekade beroperasi di Indonesia. Selama periode tersebut, perusahaan mengaku terus mendorong pengembangan industri nasional melalui investasi, peningkatan kandungan lokal, pembinaan pemasok domestik, serta pengembangan talenta lokal.

        Menurut Bansar, langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun fondasi industri otomotif yang berkelanjutan. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan.

        “Selama lebih dari 50 tahun di Indonesia, Toyota percaya bahwa penguatan industri nasional dilakukan melalui investasi berkelanjutan, pengembangan ratusan supplier lokal, peningkatan kandungan lokal, pengembangan talenta lokal, serta menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor ke berbagai negara,” katanya.

        Baca Juga: 81 Tahun Merdeka, Bos TMI Beberkan Penyebab RI Belum Miliki Mobil Nasional

        Baca Juga: Digempur Mobil Listrik China, AHY Desak Indonesia Segera Bikin Mobil Nasional!

        Ke depan, Toyota menyatakan akan terus mendukung kemajuan industri otomotif nasional, termasuk pengembangan berbagai solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

        “Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus menghadirkan produk yang dikembangkan berdasarkan pemahaman pasar, kebutuhan pelanggan, serta kondisi mobilitas di Indonesia,” ujar Bansar.

        Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa di tengah menguatnya kembali wacana mobil nasional, pelaku industri melihat pentingnya membangun ekosistem otomotif secara menyeluruh. Mulai dari sektor manufaktur, rantai pasok, riset, teknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia, seluruh aspek tersebut dinilai menjadi fondasi utama untuk menciptakan industri otomotif yang kompetitif dan berkelanjutan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: