Meutya: Pelaku Judi Online Sengaja Incar Akun Pemerintah dan Media
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan pelaku judi online kini menggunakan modus baru dengan menyebarkan promosi melalui kolom komentar media sosial. Sasaran utamanya adalah akun-akun resmi milik pemerintah, media massa, hingga tokoh publik karena dinilai memiliki jangkauan luas dan lebih sulit ditindak.
Menurut Meutya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan melakukan pemutusan akses terhadap akun maupun konten yang melanggar. Namun, kewenangan tersebut tidak dapat diterapkan ketika promosi judi online muncul di kolom komentar akun resmi milik pemerintah, media, atau pihak lain yang tidak melakukan pelanggaran.
"Dalam langkah preventif itu Komdigi memiliki kewenangan untuk melakukan pemutusan akses terhadap sebuah akun atau sebuah konten jika ada pelanggaran. Dalam hal ini ketika komentar dimasuki ke dalam akun-akun resmi itu menjadi ada kesulitan karena kita tidak dapat melakukan pemutusan akses terhadap akun resmi pemerintahan atau akun resmi media. Jadi memang yang disasar adalah akun-akun resmi," kata Meutya dalam konferensi pers usai bertemu perwakilan Meta di Kantor Komdigi, Selasa (30/6/2026).
Meutya menjelaskan, intervensi terhadap kolom komentar sepenuhnya menjadi kewenangan platform media sosial. Karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan dan kerja sama dari penyelenggara platform digital untuk mempercepat penanganan promosi judi online.
"Sementara untuk intervensi terhadap komentar itu ada kepada platform karena itu teknologinya di platform dan kita harapkan platform sama-sama bekerja untuk melakukan perlawanan terhadap ini," ujarnya.
Baca Juga: Komdigi Ungkap Jaringan India-Brasil di Balik Spam Judol Media Sosial
Baca Juga: Instagram Hingga Facebook Jadi Sarang Spam Judol, Komdigi Panggil Meta
Ia menambahkan, pelaku sengaja memilih akun pemerintah, media massa, dan figur publik karena dinilai lebih efektif menjangkau calon korban sekaligus lebih sulit dikenai tindakan pemblokiran.
"Kenapa akun-akun ini menjadi sasaran? Pertama, influencer daerah dinilai lebih efektif karena memiliki audiens yang sesuai dengan target dari pasar operator judi online. Yang kedua, karena mereka juga melihat bahwa akun-akun resmi seperti ini, akun instansi pemerintah, media massa, akan sulit dilakukan pemutusan akses baik oleh Komdigi maupun oleh platform," kata Meutya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri