Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amerika Klaim Pegang Semua Kartu dalam Negosiasi dengan Iran: Kami di Posisi Sangat Kuat

        Amerika Klaim Pegang Semua Kartu dalam Negosiasi dengan Iran: Kami di Posisi Sangat Kuat Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengklaim berada dalam posisi paling menguntungkan dalam perundingan nuklir dengan Iran. Wakil Presiden AS JD Vance bahkan menyatakan pihaknya kini "memegang semua kartu" sehingga memiliki posisi tawar yang sangat kuat dalam setiap tahap negosiasi.

        Vance menegaskan bahwa pihaknya berada dalam posisi yang sangat baik dalam negosiasi dengan Iran. Ia menegaskan bahwa pihaknya tengah menantikan kelanjutan negosiasi dengan negara terkait di Qatar.

        Baca Juga: Ucapan Menterinya Trump Menjadi Bukti Amerika Tak Niat Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026, Kata Iran

        "Amerika Serikat berada dalam posisi yang sangat baik," ujar Vance, dikutip Rabu (1/7).

        Ia menegaskan pemerintah tengah memiliki keunggulan strategis sehingga hasil negosiasi nantinya tidak akan mengubah posisi dominan dari Amerika. Meski begitu, pihaknya menegaskan ingin berhasil dalam negosiasi dengan Iran.

        "Kami memegang semua kartu dalam negosiasi. Kami tentu ingin negosiasi ini berhasil," kata Vance.

        Menurutnya, apabila negara terkait bersedia memenuhi tuntutan pemerintah, maka negara tersebut akan mengalami perubahan besar, menghentikan dukungan terhadap kelompok-kelompok yang dianggap menciptakan ketidakstabilan kawasan serta meninggalkan ambisi memiliki senjata nuklir.

        Iran, dengan kondisi tersebut, dinilai akan memiliki peluang kembali diterima dalam perekonomian global. Hal itu ditandai dengan tidak adanya ambisi senjata nuklir yang dimiliki lagi oleh Iran.

        "Jika negosiasi berhasil, kita akan memiliki musuh yang berubah secara permanen, yang tidak lagi mendanai terorisme dan ketidakstabilan kawasan, yang telah secara permanen meninggalkan ambisi senjata nuklir, dan sebagai hasilnya diterima kembali ke dalam ekonomi dunia," ujar Vance.

        Ia menilai skenario tersebut akan menjadi hasil yang menguntungkan tidak hanya bagi Amerika Serikat. Menurut Vance, hal tersebut juga akan menguntungkan dalam upaya membangun stabilitas kawasan Timur Tengah.

        Pernyataan Vance muncul di tengah upaya negosiasi dengan negara terkait yang dilakukan oleh Utusan Khusus Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner di Doha, Qatar. Mereka tengah mencoba bertemu para mediator yang memfasilitasi pembicaraan dengan Iran.

        Perundingan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara menyusun kesepakatan yang lebih permanen setelah tercapainya kerangka perdamaian sementara beberapa waktu lalu.

        Vance, meski negosiasi masih berlangsung, menegaskan pihaknya tidak merasa berada dalam posisi terdesak. Sebaliknya, Washington meyakini seluruh instrumen diplomatik maupun tekanan strategis kini berada di tangan mereka sehingga memiliki ruang yang lebih besar untuk menentukan arah pembicaraan dengan Teheran.

        Baca Juga: Bareng Iran, Oman Akan Kenakan Tarif Pelayaran di Selat Hormuz usai Perang Teheran-Amerika

        Menurut pemerintahan Trump, posisi tawar tersebut menjadi modal utama untuk memastikan Iran tidak lagi mengembangkan program senjata nuklir maupun aktivitas lain yang dinilai mengancam keamanan kawasan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: