Ucapan Menterinya Trump Menjadi Bukti Amerika Tak Niat Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026, Kata Iran
Kredit Foto: Istimewa
Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI) menilai tak ada keseriusan dalam penyelenggaraan piala dunia oleh Amerika Serikat (AS). Mereka tidak menunjukkan sikap sebagai tuan rumah yang layak dan diperkuat dengan pernyataan kontroversial dari Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Markwayne Mullin.
Iran menyoroti bagaimana pejabat tersebut mengaku gembira melihat Iran tersingkir dari turnamen. Mullin diketahui mengatakan dirinya lega mendengar kegagalan lolosnya Timnas Iran. Ia dengan hal itu tidak perlu lagi mengurus keberadaan mereka di Amerika Serikat.
Baca Juga: Konsentrasi Prabowo Terganggu dengan Adanya Safari Politik Jokowi, Kata Pengamat
FFIRI mengecam keras pernyataan tersebut. Menurut mereka, komentar seorang pejabat tinggi menunjukkan tidak adanya komitmen terhadap prinsip-prinsip yang seharusnya dijunjung oleh negara penyelenggara ajang olahraga dunia.
"Orang Iran sudah terbiasa dengan perlakuan buruk dan kebohongan para pejabat dari Amerika. Kami tidak terkejut dengan pernyataan yang bermusuhan ini. Pernyataan tersebut sekali lagi menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki komitmen terhadap hukum internasional maupun prinsip-prinsip yang diharapkan dari sebuah negara yang menjadi tuan rumah ajang olahraga global," ungkap Iran, dikutip Rabu (1/7).
Federasi Iran menilai seorang tuan rumah seharusnya menyambut seluruh peserta dengan sikap netral dan menghormati nilai-nilai olahraga, bukan justru merayakan kegagalan salah satu negara peserta.
Menurut Iran, Mullin telah memperlihatkan sikap yang tidak mencerminkan semangat persahabatan dan sportivitas yang menjadi dasar penyelenggaraan dari Piala Dunia.
Selama turnamen berlangsung, mereka mengaku telah menghadapi berbagai pembatasan perjalanan akibat ketegangan politik antara Teheran dan Washington. Tim juga harus memindahkan markas latihan ke negara lain dan menjalani aturan perjalanan yang lebih ketat dibandingkan peserta lainnya.
Sebelumnya, Pelatih Timnas Iran juga menyatakan bahwa perlakuan yang diterima timnya tidak manusiawi dan tidak profesional. Kini, setelah mendengar pernyataan terbuka dari seorang pejabat menteri, banyak pihak menilai kritik tersebut semakin terbukti.
Bagi Iran, menjadi tuan rumah piala dunia bukan hanya soal menyediakan stadion, infrastruktur, maupun keamanan, tetapi juga menjamin seluruh peserta diperlakukan secara adil dan menghormati prinsip hukum internasional.
Baca Juga: Harga Bensin Masih Kemahalan, Presiden Curiga Ada Permainan di Tengah Redanya Konflik Iran-Amerika
FFIRI karenanya menilai sikap pejabat setempat terhadap timnya justru bertolak belakang dengan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh penyelenggara turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: