Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Drama Belanda Belum Usai! Ronald Koeman Akhiri Jabatan, KNVB Ambil Langkah Hukum usai Pemain Dirasis

        Drama Belanda Belum Usai! Ronald Koeman Akhiri Jabatan, KNVB Ambil Langkah Hukum usai Pemain Dirasis Kredit Foto: 90min
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kegagalan Belanda di Piala Dunia 2026 berbuntut panjang setelah pelatih Ronald Koeman resmi mengundurkan diri dari jabatannya, hanya beberapa jam setelah Oranje tersingkir secara dramatis dari tangan Maroko.

        Kekalahan lewat adu penalti pada babak 32 besar ternyata tidak hanya mengakhiri perjalanan Belanda di turnamen, tetapi juga memicu gelombang kebencian terhadap para pemain yang gagal mengeksekusi penalti.

        Koeman mengumumkan keputusannya mundur melalui akun Instagram pribadinya setelah Belanda kalah dari Maroko usai bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit sebelum akhirnya takluk dalam adu penalti.

        Pelatih berusia 63 tahun itu sekaligus memberi sinyal bahwa dirinya kemungkinan telah mengakhiri karier sebagai pelatih sepak bola.

        "Saat melihat kembali perjalanan karier saya, saya merasa sangat bangga. Saya pernah bekerja bersama klub dan orang-orang yang membentuk diri saya serta memberikan kenangan yang akan selalu saya simpan sepanjang hidup," tulis Koeman.

        Ia mengaku kegagalan di Piala Dunia menjadi pukulan besar karena seluruh tim datang dengan mimpi menciptakan sejarah bersama Belanda.

        "Kami semua bermimpi menjalani Piala Dunia yang akan dikenang dalam sejarah. Namun, itu tidak terwujud. Tidak ada yang lebih kecewa daripada saya."

        Koeman kemudian mengungkapkan alasan yang lebih pribadi di balik keputusannya meninggalkan kursi pelatih.

        "Beberapa tahun terakhir membuat saya sadar bahwa ada hal yang jauh lebih penting daripada sepak bola. Sepak bola memang menjadi hidup saya, tetapi kesehatan tidak ternilai harganya. Ketika seseorang yang Anda cintai sedang berjuang menghadapi cobaan berat, cara Anda memandang hidup akan berubah."

        Pernyataan tersebut merujuk pada kondisi istrinya, Bartina Koeman, yang diketahui tengah berjuang melawan kanker payudara.

        Kepergian Koeman terjadi di tengah suasana yang juga memanas di luar lapangan.

        Federasi Sepak Bola Belanda atau KNVB mengungkapkan tiga pemain yang gagal mengeksekusi penalti menjadi sasaran komentar rasis dan ujaran kebencian di media sosial.

        Ketiga pemain tersebut ialah Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville.

        KNVB mengecam keras aksi tersebut dan memastikan akan membawa kasus ini ke jalur hukum.

        "Kami menganggap tindakan ini sangat memuakkan."

        "Setelah laporan diterima, tim hukum akan menilai apakah pernyataan tersebut memenuhi unsur tindak pidana. Jika memenuhi syarat, kami akan mengajukan laporan resmi kepada Kejaksaan agar penyelidikan pidana dapat dilakukan," tegas KNVB.

        Federasi Belanda menilai diskriminasi sama sekali tidak memiliki tempat dalam dunia sepak bola.

        Baca Juga: Dididik Belanda, Ismael Saibari Justru Jadi Algojo yang Menyingkirkan Oranje dari Piala Dunia 2026

        "Sepak bola menyatukan jutaan orang dari berbagai latar belakang, sementara diskriminasi justru melakukan hal yang sebaliknya. Karena itu, tindakan tersebut bertentangan dengan seluruh nilai yang dijunjung tinggi sepak bola."

        Kasus ini mengingatkan publik pada insiden serupa yang dialami Marcus Rashford, Bukayo Saka, dan Jadon Sancho setelah gagal mengeksekusi penalti pada final Piala Eropa 2021.

        Dalam kasus tersebut, beberapa pelaku akhirnya dijatuhi hukuman penjara setelah terbukti menyebarkan ujaran rasis secara daring.

        Kini, Belanda harus menerima kenyataan pahit sekaligus membuka lembaran baru tanpa Ronald Koeman, sementara KNVB bersiap mengejar para pelaku rasisme demi melindungi para pemainnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: