Kejutan dari Industri Furnitur Besi Indonesia, Cetak Rekor hingga Mulai Lirik Pasar Global
Kredit Foto: Istimewa
Industri furnitur besi Indonesia mulai membidik pasar internasional dengan mengandalkan keunggulan produk berbahan besi yang dinilai lebih sesuai untuk negara beriklim tropis. PT Importa Jaya Abadi optimis akan hal tersebut usai mereka sukses mencatatkan rekor dengan berkat penjualan lebih dari satu juta unit lemari pakaian besi dalam lima tahun terakhir.
Chief Executive Officer Importa, Nizar Bawazier mengatakan bahwa pihaknya telah mencatatkan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Pencapaian tersebut menjadi tonggak baru bagi industri furnitur nasional sekaligus memperkuat keyakinan perusahaan bahwa produk furnitur besi buatan lokal memiliki daya saing di pasar global.
Baca Juga: Adopsi Danantara CX100, Bank Mandiri Targetkan Jadi Best Service Provider Industri Perbankan
Ia mengatakan keberhasilan itu bukan sekadar menunjukkan tingginya angka penjualan, melainkan mencerminkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap furnitur berbahan besi.
"Pencapaian lebih dari 1 juta unit lemari pakaian besi dalam lima tahun bukan hanya tentang angka penjualan, tetapi merupakan cerminan dari kepercayaan pelanggan dan kerja keras seluruh ekosistem kami," ujar Nizar di Jakarta, dikutip Rabu (1/7).
Menurutnya, salah satu alasan utama furnitur besi semakin diminati adalah karakteristiknya yang sesuai dengan kondisi iklim yang tropis. Material besi dinilai memiliki ketahanan lebih baik terhadap kelembapan, jamur maupun serangan rayap dibandingkan furnitur berbahan kayu.
"Kami ingin menjawab kebutuhan masyarakat, terutama karena kita memiliki iklim tropis. Jadi perlu bahan yang awet," katanya.
Untuk mengatasi potensi korosi akibat kelembapan udara, perusahaan menerapkan teknologi pelapisan powder coating sehingga furnitur besi yang dipasarkan memiliki perlindungan terhadap karat.
"Jadi bahan besi kami anti karat," ujar Nizar.
Keunggulan tersebut menjadi modal utama perusahaan untuk memperluas pasar ke luar negeri.
"Kita ingin tidak hanya ada di dalam negeri, tetapi juga membawa nama negara ke pasar internasional," tegasnya.
Tidak hanya mengembangkan lemari pakaian, perusahaan kini telah memperluas lini produknya ke berbagai kategori furnitur, seperti meja makan, meja rias, lemari hias hingga berbagai perlengkapan ruang makan yang seluruhnya mulai beralih menggunakan material besi.
Transformasi penggunaan material dari kayu ke besi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan. Menurut Nizar, langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap kayu sekaligus menekan laju deforestasi.
"Semua jenis kategori furniture kami shifting menjadi furniture berbahan besi, pemilihan bahan ini juga untuk mencegah deforestasi, karena kita bisa menjaga kelestarian kayu," tuturnya.
Di sisi bisnis, pertumbuhan perusahaan turut didukung model distribusi berbasis Business-to-Business (B2B). Importa memasok produknya kepada jaringan toko furnitur lokal melalui sistem pergudangan yang tersebar di berbagai daerah.
Saat ini, lebih dari 6.000 toko mitra di seluruh Indonesia telah menjual produk Importa. Perusahaan juga memiliki 28 cabang distribusi dan menargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi 35 cabang hingga akhir tahun.
"Konsepnya kami punya warehouse, lalu kami distribusikan ke toko-toko mitra. Saat ini toko mitra yang menjual produk Importa sudah lebih dari 6.000 toko di seluruh Indonesia. Tentunya ini membawa dampak positif juga karena strategi bisnis kami adalah B2B. Jadi kami turut mengangkat perekonomian toko-toko yang ada di daerah," jelas Nizar.
Adapun Importa juga meluncurkan tagline baru, "Furniture Besi No.1 di Indonesia", sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi merek di pasar nasional sekaligus menjadi pijakan untuk ekspansi ke pasar global.
Sebelumnya, perusahaan yang berdiri sejak 2011 tersebut juga telah meraih berbagai penghargaan nasional, di antaranya Top Brand 2024 dan 2025 untuk kategori furnitur besi, Superbrands 2024, serta TVOne Inovasi Membangun Negeri 2025 untuk kategori Innovation for Product Transformation.
Baca Juga: Elite Garda Revolusi Tewas dalam Kecelakaan, Bau Operasi Intelijen di Tengah Negosiasi Iran-Amerika
Dengan kombinasi ketahanan material yang sesuai dengan iklim tropis, inovasi produk, serta jaringan distribusi yang terus berkembang, Importa optimistis furnitur besi buatan Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar internasional sekaligus memperkenalkan kualitas produk nasional ke tingkat global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: