Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rekor 6 Tahun Runtuh! Neraca Perdagangan RI Berbalik Defisit US$ 1,61 Miliar Akibat Jeratan Migas

        Rekor 6 Tahun Runtuh! Neraca Perdagangan RI Berbalik Defisit US$ 1,61 Miliar Akibat Jeratan Migas Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tren positif perekonomian Indonesia harus terhenti dengan catatan pahit. Setelah sukses mempertahankan rekor surplus selama 72 bulan atau 6 tahun berturut-turut, neraca perdagangan barang Indonesia akhirnya berbalik tekor alias defisit sebesar US$ 1,61 miliar pada Mei 2026.

        Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), jurang defisit ini tercipta setelah nilai impor melonjak tajam hingga menyentuh US$ 24,81 miliar, sementara nilai ekspor Indonesia justru lesu di angka US$ 23,20 miliar.

        "Pada Mei 2026 neraca perdagangan barang mengalami defisit sebesar US$ 1,61 miliar. Defisit pada Mei 2026 disebabkan terutama defisit pada komoditas migas sebesar minus US$ 3,76 miliar dengan penyumbang defisit komoditas migas yaitu dari hasil minyak dan dari minyak mentah," ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono.

        Beruntung, sektor nonmigas masih menunjukkan taji dengan mencetak surplus sebesar US$ 2,50 miliar. Sektor ini menjadi penyelamat agar angka defisit tidak merosot lebih dalam, ditopang oleh kuatnya performa ekspor bahan bakar mineral, besi baja, serta lemak dan minyak nabati.

        Baca Juga: Neraca Perdagangan RI Defisit US$1,61 Miliar pada Mei 2026

        Meski terpukul di bulan Mei, performa dagang Indonesia secara akumulatif sejak awal tahun (Januari-Mei 2026) terpantau masih mengantongi rapor hijau dengan total surplus kumulatif sebesar US$ 4,03 miliar.

        Patahnnya rekor manis 72 bulan ini dipicu oleh lonjakan impor RI yang meroket hingga 22,16% secara tahunan (year-on-year). Pada saat yang bersamaan, kinerja ekspor Indonesia justru loyo dan mengalami penurunan sebesar 5,73%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: