Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Di Rapat Paripurna, Purbaya Soroti Belanja Pemerintah yang Bengkak di 2025

        Di Rapat Paripurna, Purbaya Soroti Belanja Pemerintah yang Bengkak di 2025 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyoroti realisasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

        Purbaya mengatakan, realisasi belanja pemerintah pusat pada periode tahun lalu membengkak hingga mencapai Rp3.435,46 triliun. Realisasi tersebut terdiri dari realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.586,42 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp449,04 triliun.

        "Realisasi belanja ini lebih tinggi dari rencana awal pas terbitnya Intruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025," kata Purbaya dalam sidang Paripurna, di DPR RI, Kamis (2/7/2026).

        Purbaya menuturkan Inpres tersebut mendorong efisiensi belanja sebesar Rp306,7 triliun sekaligus membuka ruang relaksasi melalui program anggaran belanja tambahan ABT sebesar Rp206,4 triliun untuk mendukung implementasi program prioritas. 

        "Dalam penyerapannya, prinsip value for money menjadi pijakan utama agar setiap rupiah belanja memberi manfaat nyata bagi masyarakat," kata Purbaya.

        Di sisi lain, Purbaya mencatat realisasi pendapatan negara pada tahun lalu mencapai Rp2.765,13 triliun yang terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp2.218,17 triliun, penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp541,53 triliun, dan penerimaan hibah sebesar Rp5,43 triliun.

        "Upaya optimalisasi pendapatan negara pada tahun 2025 sangat menantang. Tidak hanya dipengaruhi oleh gejolak ekonomi global, namun juga penyesuaian PPN pada barang mewah dan percepatan resolusi pajak guna menjaga likuiditas dunia usaha serta pengalihan pengelolaan dividen ke dana antara," terang dia.

        Baca Juga: Menkeu Purbaya: Inflasi Juni 2026 Dipicu Kenaikan BBM dan Harga Pangan

        Baca Juga: Purbaya Wanti-wanti Dirjen Anggaran Baru, Harus Berani Setop Kebiasaan K/L Minta Tambahan Dana!

        Dengan realisasi belanja dan pendapatan tersebut, kata Purbaya, maka defisit APBN 2025 terkendali dalam batas aman sebesar 2,81% terhadap PDB atau Rp670,34 triliun.

        Untuk membiaya defisit tersebut, pemerintah menempuh strategi pembiayaan yang prudent dan terkendali dengan memanfaatkan kondisi pasar yang membaik sepanjang tahun 2025. Adapun realisasi pembiayaan netto mencapai Rp742,73 triliun atau 20,54% lebih tinggi dari target APBN 2025.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: