Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Produk Impor Murah Hantam Perajin Lokal, Dekranas Perkuat Akses Pasar

        Produk Impor Murah Hantam Perajin Lokal, Dekranas Perkuat Akses Pasar Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah memperkuat pembinaan dan akses pasar bagi perajin nasional melalui kolaborasi lintas kementerian bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), di tengah persaingan produk impor yang semakin agresif dan menawarkan harga lebih rendah.

        Penguatan tersebut mencakup pelatihan sumber daya manusia, bantuan peralatan produksi, pendampingan sentra industri kecil dan menengah (IKM), pengembangan desain dan kemasan, hingga fasilitasi pemasaran melalui pameran serta business matching dengan pelaku usaha, lembaga keuangan, dan calon pembeli dari luar negeri.

        Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian mengatakan penyelenggaraan HUT ke-46 Dekranas mendapat dukungan sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Komunikasi dan Digital.

        “Panitia juga didukung banyak pihak dari kementerian-kementerian yang bekerja sama dengan Dekranas, yaitu ada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dan lain-lain,” ujar Tri dalam konferensi pers HUT ke-46 Dekranas di Kantor Komdigi, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

        Wakil Ketua Harian I Dekranas Loemongga Kartasasmita mengatakan Kementerian Perindustrian menjalankan pembinaan bagi perajin melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan peralatan produksi yang mengikuti perkembangan teknologi, serta pendampingan melalui sentra IKM dan balai industri di berbagai daerah.

        Pemerintah juga memperluas akses pasar produk kerajinan melalui pameran nasional dan internasional. Pendampingan pemasaran dilakukan melalui program business matching yang mempertemukan perajin dengan pelaku usaha, lembaga keuangan, serta calon pembeli dari luar negeri.

        “Tidak hanya terkait produknya, tetapi juga pemasaran, business matching itu juga rutin dilaksanakan dengan berbagai mitra, ada dari pemerintah ada juga dari pasar finansial,” kata Loemongga.

        Ia mengatakan perajin perlu menyesuaikan produk dengan perubahan pasar melalui inovasi desain, pengemasan, dan pemanfaatan teknologi digital. Langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk kerajinan di pasar domestik maupun internasional.

        Tri mengatakan produk kerajinan lokal kini menghadapi persaingan produk impor, termasuk produk luar negeri yang meniru desain kerajinan Indonesia dan dipasarkan dengan harga lebih rendah.

        “Kita tahu, sekarang produk-produk luar sudah banyak dan bahkan bisa meniru produk-produk Indonesia dengan harga yang lebih murah,” ujarnya.

        Baca Juga: Tumbuh 4,08 Persen, Ekspor Kerajinan RI Tembus Rp2,97 Triliun di Kuartal I 2026

        Baca Juga: Kolaborasi Gila! Ekraf Gandeng Kisai Bawa Webtoon Lokal ke Panggung Global

        Dekranas akan menggelar pameran sebagai bagian dari HUT ke-46 Dekranas di Trans Studio Mal Makassar, Sulawesi Selatan, pada 9–12 Juli 2026. Kegiatan tersebut melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dari 38 provinsi.

        “Dengan adanya pameran ini kita mengharapkan masyarakat bisa mencintai produk-produk dalam negeri yang tidak kalah dari sisi mutu dan juga kreasinya,” kata Tri.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: