Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Isu mengenai ancaman krisis ekonomi kembali mencuat di tengah gejolak global dan pelemahan nilai tukar rupiah. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan masyarakat tidak perlu panik karena kondisi ekonomi Indonesia disebut masih berada di jalur yang aman.
Purbaya menegaskan pemerintah terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang hati-hati, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi lewat berbagai program prioritas yang diyakini mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
"Perekonomian kita terus bergerak membaik. Memang masih ada tantangan, namun Indonesia tidak sedang menuju krisis. Fundamental ekonomi kita tetap kuat dan akan terus diperbaiki," kata Purbaya.
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi nasional sejatinya merupakan akumulasi dari aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat bawah. Karena itu, pemerintah terus menggulirkan berbagai bauran kebijakan untuk mendorong sektor riil agar roda perekonomian tetap bergerak.
Baca Juga: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Hukuman Nadiem Makarim Terancam Nambah Imbas Dugaan Ini
Menurut Purbaya, stimulus yang diberikan pemerintah diharapkan mampu memperkuat aktivitas usaha sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.
Selain itu, pemerintah juga memastikan inflasi masih terkendali dan berada dalam batas aman. Adapun pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini dinilai bukan disebabkan oleh memburuknya kondisi ekonomi Indonesia, melainkan lebih dipengaruhi sentimen pasar internasional.
Untuk mengantisipasi berbagai risiko tersebut, pemerintah memperkuat koordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.
Purbaya pun menyoroti kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang menurutnya masih sangat sehat.
Ia menyebut pemerintah berhasil menjaga defisit APBN agar tetap berada di bawah batas maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan fiskal.
Baca Juga: Rupiah Terpuruk, Purbaya: Jangan Salahin Saya, Itu Tugas BI!
Tak hanya itu, rasio utang pemerintah juga diklaim masih berada pada level yang aman jika dibandingkan dengan banyak negara lain.
"Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen. Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih berada dalam kategori yang pruden," jelas Purbaya.
Dengan berbagai indikator tersebut, Purbaya menegaskan fondasi ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan global. Pemerintah juga berkomitmen terus memperbaiki kualitas kebijakan ekonomi agar pertumbuhan tetap terjaga dan kepercayaan publik terhadap perekonomian nasional semakin meningkat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: