Kredit Foto: Istihanah
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan telah melakukan perombakan besar-besaran di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Ia menemukan praktik under-invoicing dan impor ilegal yang masih berlangsung.
Purbaya menyebut pelanggaran serupa bahkan tetap terjadi di Jakarta meski pejabatnya sudah diganti.
"Jadi, yang under invoicing sebagian orang terima-terima uang, terus yang import ilegal sebagian orang saya terima juga. Dan sekarang yang Jakarta pun seperti sama. Padahal pejabatnya baru. Uh, enggak boleh ngomong kali ya," ujarnya dalam kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, dikutip Jumat (3/7).
Ia menegaskan, meski sudah dilakukan perombakan, praktik tersebut masih terpantau.
"Tapi ada yang monitor itu bahwa itu masih melakukan hal yang ini kita monitor terus sudah kita obrak-abrik pun masih seperti itu. Yang jelas enggak lama lagi kita tangkap gitu aja," imbuhnya.
Menurut Purbaya, alasan tidak langsung menangkap pelaku adalah untuk menelusuri jalur penyelewengan. Ia menduga ada pihak kuat di belakang pejabat Bea Cukai.
"Kan dicari jalurnya ke mana aja ke mana aja biar dapat semua. Kalau saya enggak peduli (jalurnya kebentur). Mereka aja bilang ada orang kuat di belakang gini gini gini. Cuman enggak pernah lapor sama saya," ujarnya.
Baca Juga: Rupiah Terpuruk, Purbaya: Jangan Salahin Saya, Itu Tugas BI!
"Saya duga mereka pakai-pakai aja itu atau mereka undang orang kuatnya supaya sama-sama dapat bagi-bagi rezeki gitu," imbuhnya.
Purbaya menambahkan, jajaran eselon Bea Cukai sudah diganti. Pejabat yang dianggap baik dipindahkan ke daerah untuk memperbaiki sistem.
Sebagai informasi, pada awal Februari 2026, Menkeu Purbaya melakukan mutasi besar-besaran terhadap lebih dari 80 pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan DJBC secara serentak.
Perombakan strategis tersebut menyasar posisi krusial, termasuk penggantian 22 pejabat eselon II serta para Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) dan Kepala Kantor Pelabuhan di lima pelabuhan utama nasional: Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Batam, dan Sumatera Utara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: