Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        DEN Ungkap Kenaikan Inflasi Juni 2026 Dipicu Tiga Hal ini

        DEN Ungkap Kenaikan Inflasi Juni 2026 Dipicu Tiga Hal ini Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melaporkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 meningkat menjadi 3,34% secara tahunan (year-on-year/YoY), dibandingkan 3,08% YoY pada Mei 2026. Meski mengalami kenaikan, laju inflasi masih berada dalam sasaran pemerintah dan Bank Indonesia sebesar 2,5%±1%.

        Berdasarkan Laporan Inflasi yang dirilis Juli 2026 oleh DEN, kenaikan inflasi terutama dipengaruhi oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan avtur, masih tingginya harga emas perhiasan, serta kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.

        Komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices/AP) mencatat kenaikan paling signifikan, yakni dari 2,07% YoY pada Mei menjadi 3,42% YoY pada Juni. Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin (SKM), serta bahan bakar rumah tangga.

        DEN menjelaskan kenaikan inflasi kelompok AP merupakan dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang dilakukan pemerintah di tengah masih tingginya harga energi global.

        Sementara itu, inflasi inti (core inflation) juga meningkat tipis menjadi 2,76% YoY dari sebelumnya 2,59% YoY. Kenaikan ini dipengaruhi oleh masih mahalnya harga emas perhiasan dan minyak goreng seiring tren kenaikan harga komoditas global akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

        Di sisi lain, inflasi komponen harga bergejolak (volatile food/VF) melandai menjadi 5,58% YoY dari 6,24% YoY pada bulan sebelumnya. Meski demikian, tekanan harga pangan masih cukup tinggi akibat kenaikan biaya distribusi dan penurunan produksi yang dipicu cuaca buruk.

        Sejumlah komoditas pangan yang masih mencatat kenaikan harga antara lain beras, cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah. Kondisi tersebut juga tercermin dari inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang masih berada di level tinggi, yakni 4,67% YoY.

        Secara wilayah, seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi pada Juni 2026. Inflasi tertinggi tercatat di Papua Barat sebesar 7,84% YoY, disusul Aceh sebesar 5,84% YoY. Tingginya inflasi di sejumlah daerah tersebut dipengaruhi meningkatnya biaya distribusi setelah penyesuaian harga BBM.

        Ke depan, DEN mengingatkan risiko inflasi masih perlu diwaspadai seiring tingginya harga komoditas global dan potensi terjadinya fenomena El Nino.

        Berdasarkan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) serta Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), terdapat peluang sekitar 80% terjadinya El Nino selama periode Juni hingga Agustus 2026. Sementara itu, BMKG memperkirakan puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026 yang berpotensi menekan produksi padi dan berbagai komoditas hortikultura.

        Baca Juga: Inflasi Juni Tembus 3,08%, BPS Sebut Karena BBM dan Bawang Merah

        Baca Juga: BI: Inflasi Jawa Barat Hanya 0,28%, Terendah di Pulau Jawa

        Untuk mengantisipasi tekanan inflasi, pemerintah dan otoritas terkait telah menyiapkan sejumlah langkah. Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,75% pada Juni 2026 guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mengendalikan inflasi.

        Di sektor pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat stabilisasi harga melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM), mengusulkan bantuan pangan berupa telur dan daging ayam bagi 1,45 juta penerima dengan anggaran Rp17,8 triliun, serta memastikan stok beras nasional aman hingga Mei 2027 dengan cadangan Bulog mencapai 5,17 juta ton.

        Sementara itu, Kementerian Pertanian menjalankan strategi antisipasi, adaptasi, dan mitigasi dampak El Niño melalui dukungan puluhan ribu unit infrastruktur irigasi serta sarana penyediaan air yang tersebar di berbagai daerah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: