Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dibongkar Tetangganya, Israel Diam-diam Berupaya Gagalkan Negosiasi Iran dan Amerika

        Dibongkar Tetangganya, Israel Diam-diam Berupaya Gagalkan Negosiasi Iran dan Amerika Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Israel diam-diam berupaya menggagalkan proses negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membongkar hal itu dan mengatakan bahwa setiap upaya sabotase terhadap jalur diplomasi berpotensi kembali menyeret Timur Tengah.

        Erdogan mengaku pihaknya terus memantau perkembangan pembicaraan antara Washington dan Teheran. Menurutnya, hal itu tengah dibayang-bayangi upaya sabotase oleh Israel. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menerima Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Istanbul.

        Baca Juga: Euforia Piala Dunia Tak Bikin Meksiko Tak Lupakan Perseteruan dengan Amerika

        "Kami mengikuti dengan saksama upaya pemerintahan mereka untuk meledakkan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran," ujar Erdogan, dikutip Minggu (5/7).

        Menurut Erdogan, perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila negara-negara di kawasan dilibatkan secara langsung dalam proses penyelesaiannya. Ia menilai stabilitas tidak akan bertahan lama apabila hanya ditentukan oleh kekuatan-kekuatan di luar kawasan.

        Karena itu, Erdogan menegaskan setiap solusi damai harus mencerminkan aspirasi serta kepentingan negara-negara dalam kawasan yang terdampak langsung oleh berbagai konflik regional di Timur Tengah.

        Presiden Turki itu juga melontarkan peringatan keras kepada pemerintahan dari Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menurutnya masih mempertahankan pendekatan militer yang justru berisiko memperburuk situasi keamanan kawasan.

        "Pemerintah Israel yang kecanduan perang saat ini tidak boleh dibiarkan kembali menenggelamkan kawasan kita dalam bau mesiu dan darah," tegasnya.

        Turki selama ini merupakan salah satu negara tetangga dari Iran. Ia juga merupakan anggota aliansi sekutu yang aktif menyuarakan kritik terhadap kebijakan dari Israel. Ankara berulang kali menuduh mereka berusaha mengganggu berbagai upaya diplomatik yang melibatkan Washington dan Teheran.

        Pernyataan Erdogan muncul ketika berlangsungnya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Negosiasi tersebut masih menjadi perhatian dunia internasional setelah kedua negara berupaya mencari jalan keluar pascakonflik yang terjadi beberapa bulan terakhir.

        Selain menyinggung isu terkait, sang presiden juga kembali mengkritik operasi militer di sejumlah wilayah lain, termasuk Jalur Gaza, Lebanon, dan Suriah. Menurutnya, eskalasi di berbagai front tersebut hanya akan memperbesar risiko ketidakstabilan di Timur Tengah.

        Ia menegaskan kawasan tidak boleh kembali diseret ke dalam siklus kekerasan yang berkepanjangan ketika peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi masih terbuka.

        Baca Juga: Zelensky Tagih Komitmen Amerika, Harap Ketegasan Trump Mampu Akhiri Perang Rusia-Ukraina

        Negosiasi Iran-Amerika tetap menjadi sorotan utama. Sikap Erdogan menunjukkan kekhawatiran bahwa setiap upaya menggagalkan proses diplomasi dapat memicu ketegangan baru, sekaligus memperpanjang konflik yang selama ini telah mengguncang kawasan dari Timur Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: