Kredit Foto: Taspen
PT Taspen (Persero) mengimbau peserta pensiunan dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan yang mengatasnamakan perusahaan, termasuk penawaran penyaluran dana bantuan melalui kanal komunikasi tidak resmi. Modus tersebut memanfaatkan akun media sosial palsu, pesan WhatsApp, tautan phishing, surat atau dokumen palsu, hingga konten berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Imbauan itu disampaikan di tengah risiko penipuan digital terhadap kelompok lanjut usia yang menjadi mayoritas peserta Taspen. Pelaku dapat menggunakan gambar, suara, video, dan identitas yang menyerupai kanal resmi perusahaan untuk memperoleh data pribadi atau meminta pembayaran dari calon korban.
Corporate Secretary Taspen Henra mengatakan perusahaan menempatkan perlindungan peserta sebagai prioritas dalam menghadapi penyalahgunaan identitas perusahaan di ruang digital.
“ Taspen senantiasa berkomitmen melindungi peserta dari berbagai potensi kejahatan digital yang memanfaatkan nama perusahaan. Kami mengimbau peserta dan masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima serta tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan keabsahannya,” kata Henra.
Taspen menegaskan tidak pernah meminta peserta membayar biaya administrasi, mengirimkan kode one-time password (OTP), PIN, kata sandi, atau data rahasia lain untuk memperoleh layanan maupun manfaat program.
Baca Juga: Kepuasan Peserta Tembus 98,7, Taspen Lanjutkan Transformasi Layanan
Baca Juga: Dasco Minta Danantara Hingga Taspen Lakukan Buyback Saham Bank BUMN Usai Anjlok Lebih dari 20%
Perusahaan meminta masyarakat menerapkan prinsip “Tahan, Pastikan, Laporkan” saat menerima informasi yang mengatasnamakan Taspen. Peserta diminta tidak langsung mempercayai pesan yang diterima, memastikan informasi melalui kanal resmi, serta melaporkan akun atau pihak yang diduga melakukan penipuan.
Data Indeks Literasi Digital Nasional yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat skor literasi digital Indonesia sebesar 3,54 dari skala 5. Angka tersebut menunjukkan aspek keamanan digital masih menjadi perhatian di tengah perkembangan modus kejahatan siber.
Taspen menyatakan peningkatan kemampuan peserta dalam mengenali informasi palsu dan menjaga kerahasiaan data pribadi menjadi bagian dari langkah pencegahan terhadap penipuan yang menyasar pensiunan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: