Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Israel Tanpa Trump Bisa Apa? Netanyahu: Kami Punya Banyak Sekali Teman

        Israel Tanpa Trump Bisa Apa? Netanyahu: Kami Punya Banyak Sekali Teman Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di tengah meningkatnya sorotan internasional terhadap konflik di Timur Tengah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menepis anggapan bahwa negaranya mulai kehilangan dukungan dunia. Menurutnya, Israel masih memiliki banyak sahabat, meski tidak semuanya bisa menunjukkannya secara terbuka.

        Pernyataan itu disampaikan Netanyahu setelah muncul peringatan dari Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, yang meminta para petinggi Israel tidak menghambat upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran karena dapat mengancam dukungan dari sekutu terkuatnya.

        Dalam wawancara dengan Jacqui Heinrich dari Fox News, Netanyahu menegaskan hubungan diplomatik Israel jauh lebih baik daripada yang terlihat di hadapan publik.

        Ia juga mengaku tidak mengkhawatirkan dukungan dari Amerika Serikat, terlebih di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

        Baca Juga: Hamas Tiba-tiba Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Israel Curiga: Ada Sandiwara?

        "Donald Trump adalah "sahabat terbaik yang pernah dimiliki [Israel] di Gedung Putih," kata Netanyahu.

        Selain Amerika Serikat, Netanyahu mengklaim masih banyak pemimpin dunia yang diam-diam memberikan dukungan kepada Israel meski tidak bisa menyampaikannya secara terbuka.

        “Banyak pemimpin, Anda tahu, menelepon saya dan berkata, 'Hei, lihat, saya punya masalah dengan opini publik, tetapi saya ingin Anda tahu, kami menghormati Anda, dan bisakah kita membuat beberapa kesepakatan? Kami memiliki banyak sekali teman," ucapnya. 

        Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance sempat mengingatkan para pejabat Israel agar tidak memicu kemarahan Washington. Menurutnya, setiap langkah yang berpotensi menghambat kesepakatan damai antara AS dan Iran dapat membuat Israel kehilangan dukungan dari "satu-satunya sekutu kuat yang tersisa di seluruh dunia."

        Namun, Netanyahu justru menilai persepsi bahwa dukungan terhadap Israel terus menurun dipengaruhi oleh aktivitas di media sosial.

        Baca Juga: Trump Panggil Netanyahu, Ingatkan Siapa Bosnya dalam Hubungan Israel-Amerika

        Ia menuduh sentimen anti-Israel banyak didorong oleh akun-akun palsu yang secara sistematis menyebarkan propaganda kepada publik, terutama generasi muda.

        “Ini ada hubungannya dengan penetrasi media sosial. Mereka memiliki peternakan bot yang menyebarkan konten yang menentang Amerika dan Israel. Ini berfokus pada kaum muda dan warga Amerika muda… Saya pikir Anda akan melihat korelasi antara penetrasi media sosial tertentu dan penurunan perasaan patriotik Amerika serta dukungan untuk Israel," katanya. 

        Menurut Netanyahu, operasi akun bot tersebut turut memengaruhi opini publik, termasuk menurunkan rasa patriotisme warga Amerika dan dukungan terhadap Israel.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: