Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sudah Panggil Netanyahu, Amerika Klaim Israel Akan Mundur dari Lebanon

        Sudah Panggil Netanyahu, Amerika Klaim Israel Akan Mundur dari Lebanon Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim akan segera terjadi penarikan pasukan oleh Israel dari Lebanon Selatan. Menurutnya, hal itu akan segera terealisasi setelah dirinya melakukan pembicaraan langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

        Trump mengatakan dirinya telah membahas secara langsung rencana penarikan pasukan itu dengan Netanyahu. Menurutnya, Israel memiliki keinginan untuk mengakhiri kehadiran militernya di wilayah tersebut  sesuai kesepakatan yang telah dibangun bersama Amerika Serikat.

        Baca Juga: Amerika Mengaku Sudah Lelah, Negosiasi dengan Iran Hanya Buang-Buang Waktu

        "Ya, saya pikir mereka akan melakukannya. Saya pikir mereka memang ingin melakukannya," kata Trump saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Ankara, Turki Kamis (9/7).

        Ia menambahkan bahwa pihaknya telah memfasilitasi kesepakatan antara Israel dan Lebanon. Hal tersebut membuatnya optimistis proses tersebut dapat berjalan sesuai rencana.

        "Kami memiliki kesepakatan dengan Israel dan Lebanon. Ya, mereka akan pergi. Saya pikir semuanya akan berjalan dengan sangat baik," ujar Trump.

        Pernyataan Presiden Amerika itu memunculkan optimisme baru mengenai peluang meredanya ketegangan di perbatasan dari Israel-Lebanon. Wilayah tersebut selama ini menjadi salah satu titik konflik paling sensitif di Timur Tengah.

        Pernyataan Trump sendiri berbeda dengan sikap yang sebelumnya ditunjukkan Netanyahu. Saat mengunjungi wilayah tersebut yang masih diduduki militer negaranya pekan lalu, ia menegaskan pasukan negaranya belum akan meninggalkan kawasan tersebut.

        Netanyahu mengatakan pemerintah  akan tetap mempertahankan kehadiran militernya selama masih ada kelompok dari Hizbullah di Lebanon Selatan. Kelompok itu masih dianggap sebagai ancaman keamanan bagi negaranya.

        Perbedaan pernyataan kedua pemimpin itu muncul di tengah upaya diplomatik yang dimediasi Amerika Serikat.

        Sebelumnya, Israel dan Lebanon mencapai kesepakatan keamanan yang difasilitasi Washington. Tel Aviv, berdasarkan kesepakatan tersebut, akan menyerahkan dua wilayah ke Angkatan Bersenjata Lebanon. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari proses stabilisasi di perbatasan kedua negara.

        Apabila penarikan pasukan benar-benar terlaksana, langkah tersebut akan menjadi perkembangan penting dalam hubungan Israel dan Lebanon.

        Baca Juga: Janji Semua Ijazah Akan Dibawa, Kehadiran Jokowi Dinantikan dalam Sidang Dokter Tifa

        Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari Israel. Belum ada kepastian kapan penarikan pasukan mereka akan dimulai. Dengan masih adanya perbedaan sikap antara keduanya, implementasi kesepakatan tersebut diperkirakan masih akan menjadi perhatian komunitas internasional dalam beberapa waktu ke depan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: