Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dokter Tifa Mau 'Blender' Habis-Habisan Jokowi, 'Mau Saya Peras Sampai Kering'

        Dokter Tifa Mau 'Blender' Habis-Habisan Jokowi, 'Mau Saya Peras Sampai Kering' Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tifauzia Tyassuma alias Dr Tifa secara terbuka menantang Joko Widodo (Jokowi) untuk hadir langsung dan bersiap menghadapi rentetan pertanyaan konfirmasi yang telah ia susun.

        Dr Tifa menyatakan telah menyiapkan puluhan video, termasuk sebuah video siaran tahun 2017, yang akan diminta untuk diputar di hadapan majelis hakim jika yang bersangkutan memenuhi panggilan sidang.

        "Dari video ini, saya akan 'blender' habis-habisan cerita tentang Pak Kasmudjo. Akan saya peras sampai kering," tulis Dr Tifa dalam unggahannya.

        Fokus utama yang akan dikejar oleh Dr Tifa adalah kejelasan tugas Pak Kasmudjo. Berdasarkan penuturan Jokowi dalam video tersebut, Pak Kasmudjo disebut bertindak sebagai dosen pembimbing akademik sekaligus dosen pembimbing skripsinya.

        Namun, Dr Tifa mengklaim menemukan ketidaksesuaian data terkait status kepangkatan sang dosen pada medio 1980-an.

        "Padahal menurut Pak Kasmudjo, beliau di tahun 1980-an masih asisten dosen, golongan 3B. Belum layak jadi dosen pembimbing akademik, apalagi dosen pembimbing skripsi," papar Dr Tifa. Ia menegaskan ingin mendengar langsung tanggapan di persidangan nanti terkait klaim tersebut.

        Selain persoalan dosen pembimbing, Dr Tifa juga berencana mempertanyakan soal jurusan kuliah "Teknologi Kayu". Menurut riset yang diklaim dimilikinya, jurusan tersebut tidak pernah ada dalam sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM).

        "Jurusan yang sejak Fakultas Kehutanan masih jadi bagian dari Fakultas Pertanian di tahun 1958 sampai jadi fakultas sendiri sekarang, tidak pernah ada jurusan tersebut di UGM," lanjutnya.

        Sebagai sosok yang kerap mengaitkan analisisnya dengan ilmu otak, Dr Tifa menjuluki agenda pertanyaan di persidangan nanti sebagai "Sesi Bedah Hippocampus".

        Hippocampus merupakan bagian otak yang berperan dalam pembentukan dan penyimpanan memori jangka panjang. Menurut Dr Tifa, memori pada bagian tersebut bersifat permanen dan tidak dapat dimanipulasi dengan hafalan atau arahan sesaat.

        Ia mengaku telah merancang metode neuroconfirmatory assessment atau penilaian konfirmasi berbasis saraf untuk menguji keaslian ingatan mengenai masa kuliah tersebut.

        Mengingat jalannya persidangan di PN Jakarta Timur rencananya akan disiarkan secara live streaming, Dr Tifa mengajak publik untuk mengawal dan menyaksikan proses pembuktian di ruang sidang.

        "Kita akan saksikan sama-sama, apa isi hippocampus-nya," pungkas Dr Tifa.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: