Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Naik 3 Kali Lipat! Sistem PM-AAS Ubah Pendapatan Petani Konvensional Jadi Rp65,43 Juta

        Naik 3 Kali Lipat! Sistem PM-AAS Ubah Pendapatan Petani Konvensional Jadi Rp65,43 Juta Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Pertanian secara masif mempercepat implementasi sistem budidaya Pertanian Modern Advanced Agriculture System atau disingkat PM - AAS di seluruh wilayah Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna mengubah struktur ekonomi rumah tangga petani agar jauh lebih sejahtera.

        ​Berdasarkan analisis usaha tani, keuntungan bersih petani konvensional semula hanya bertengger di kisaran Rp20,79 juta per musim tanam. Namun melalui metode modern ini, keuntungan bersih yang diraup bisa meroket hingga mencapai Rp65,43 juta.

        ​"Dulu biaya sekitar Rp13 juta, sekarang menjadi Rp15 juta, naik hanya sekitar Rp2 juta. Tetapi pendapatan bersih petani yang sebelumnya sekitar Rp5 juta per bulan meningkat menjadi Rp16,3 juta per bulan. Naik tiga kali lipat. Ini yang kita kejar," ujar Mentan Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam jumpa pers di kantor Kementerian Pertanian, Kamis (9/7/2026).

        ​Akselerasi swasembada pangan nasional ditegaskan tidak hanya fokus mengejar peningkatan tonase produksi gabah semata. Pemerintah berkomitmen memastikan para pelaku usaha tani memperoleh margin keuntungan yang jauh lebih besar.

        ​"Hari ini kami kumpulkan kepala dinas, direktur wilayah, dan PPL se-Indonesia. Tujuannya adalah melakukan akselerasi intensifikasi melalui pertanian modern. Yang kita kejar adalah kesejahteraan petani. Pertanian modern harus bertransformasi menjadi pertanian yang menjadikan petani sejahtera," katanya.

        Baca Juga: Mentan Amran Gelontorkan Rp1,3 Triliun di Merauke, Perkuat Lumbung Pangan Papua Selatan

        Baca Juga: Amran Borong Jagung Lokal Rp5.500/Kg untuk Amunisi Cadangan Pakan

        Lebih lanjut, Amran mengungkapkan metode PM-AAS telah melalui uji coba selama dua tahun di lahan seluas sekitar 1.600 hektare di berbagai sentra produksi padi. Hasilnya menunjukkan produktivitas mencapai 9 hingga 12 ton gabah per hektare, jauh di atas rata-rata produktivitas nasional yang saat ini sekitar 5,5 ton per hektare.

        "Metode PM-AAS ini sudah kita uji coba di 1.600 hektare. Produksinya ada yang 10 ton, bahkan mencapai 12 ton. Minimal 9 ton per hektare. Sekarang kita dorong diterapkan di daerah-daerah irigasi agar produktivitas meningkat signifikan," ujarnya.

        ​Peningkatan margin profit ini secara otomatis mengerek rasio keuntungan usaha tani nasional dari level 1,60 menjadi 4,31. Mentan Amran Sulaiman optimis kesejahteraan yang merata akan membuat para petani semakin giat menanam padi. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Muhammad Farhan Shatry
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: