Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada pembukaan perdagangan Selasa (14/7/2026), ditopang sentimen positif dari keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp18.098 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 11 poin atau 0,06 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah terjadi setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.
Keputusan tersebut dinilai memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan domestik di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia berpotensi meredam tekanan terhadap rupiah.
"Namun keputusan S&P mempertahankan rating kredit Indonesia diharapakan bisa sedikit banyak menahan perlemahan yang lebih tajam," kata Lukman saat dihubungi Warta Ekonomi, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Kendati demikian, Lukman menilai penguatan rupiah masih akan terbatas. Pasar masih dibayangi eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
Baca Juga: S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia di Level BBB, Prospeknya Tetap Stabil
Baca Juga: IHSG Dibuka Merah ke Level 5.842, Terbebani Sentimen Watchlist S&P Dow Jones
"Rupiah diperkirakan kembali melemah terhadap dolar AS di tengah situasi di timteng yang memanas memicu kenaikan tajam pada harga minyak mentah dunia dan indeks dolar AS," jelasnya.
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp18.050 hingga Rp18.200 per dolar AS.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: