Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Purbaya Beberkan 4 Strategi Kendalikan Rasio Utang RI yang Naik ke 40,54% PDB

        Purbaya Beberkan 4 Strategi Kendalikan Rasio Utang RI yang Naik ke 40,54% PDB Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah menyiapkan empat strategi utama untuk menjaga rasio utang tetap terkendali setelah nilainya meningkat menjadi 40,54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2025. Langkah tersebut disiapkan agar keberlanjutan fiskal tetap terjaga tanpa mengganggu agenda pembangunan nasional.

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan strategi pertama adalah menjalankan konsolidasi fiskal secara bertahap untuk memperkuat keseimbangan primer hingga kembali berada di posisi positif. Pemerintah juga akan mengoptimalkan penerimaan negara agar ruang fiskal semakin kuat.

        Selain itu, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas belanja negara sehingga setiap anggaran yang dikeluarkan memberikan manfaat lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Langkah berikutnya adalah mengelola portofolio utang secara aktif melalui berbagai instrumen, seperti debt switch, buyback, dan konversi pinjaman.

        "Dengan strategi ini, pemerintah optimis rasio utang dapat dikendalikan bertahap sambil menjaga keberlanjutan fiskal dan agenda pembangunan kita," kata Purbaya saat menyampaikan tanggapan pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi DPR terhadap RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2025 dalam rapat paripurna DPR RI, Selasa (14/7/2026).

        Dalam upaya memperkuat penerimaan negara, pemerintah tidak hanya mengandalkan penyesuaian tarif pajak. Menurut Purbaya, strategi jangka menengah difokuskan pada perluasan basis perpajakan melalui pemanfaatan data dan teknologi untuk menjangkau ekonomi digital, shadow economy, serta sektor informal yang selama ini belum tergarap optimal.

        Sementara di bidang kepabeanan dan cukai, pemerintah akan memperkuat penerimaan melalui digitalisasi layanan dan pengawasan. Selain itu, audit serta penindakan terhadap impor ilegal dan barang kena cukai ilegal juga akan ditingkatkan, dengan tetap menjaga iklim investasi, ekspor, dan hilirisasi.

        Empat strategi tersebut disiapkan sebagai respons atas meningkatnya rasio utang pemerintah pada 2025. Berdasarkan data pemerintah, rasio utang tercatat naik menjadi 40,54 persen terhadap PDB dibandingkan 39,81 persen pada 2024.

        Baca Juga: Purbaya: Pemerintah Tetap Prioritaskan Anggaran Pendidikan 20 Persen dari APBN

        Meski mengalami kenaikan, Purbaya menegaskan posisi utang pemerintah masih berada dalam batas aman. Menurutnya, angka tersebut masih jauh di bawah ambang batas maksimal 60 persen terhadap PDB sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara.

        "Pemerintah menegaskan bahwa meski rasio utang meningkat dari 39,81% PDB di 2024 menjadi 40,54% PDB di 2025, posisi ini masih jauh di bawah batas maksimal 60% PDB sesuai UU sehingga APBN kita tetap aman dan terkendali," ujarnya.

        Pemerintah optimistis kombinasi penguatan penerimaan negara, efisiensi belanja, serta pengelolaan utang yang lebih aktif dapat menjaga kesehatan APBN sekaligus mendukung pembiayaan berbagai program pembangunan dalam jangka menengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: