Kredit Foto: Ist
PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi OJK, resmi berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa & Pemuda Nagekeo Se-Jabodetabek (HIMAPEN).
Kerja sama ini diwujudkan melalui seminar bertema "Menangkap Peluang Investasi Saham, Kripto, dan Komoditas" yang dihadiri lebih dari 100 mahasiswa asal Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Acara yang berlangsung di Nemuru Grand Bellevue, Jakarta, bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai perencanaan keuangan dan pemanfaatan teknologi finansial secara bijak.
Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, mengapresiasi tingginya antusiasme anggota HIMAPEN dalam mempelajari instrumen investasi masa depan. Menurutnya, edukasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan literasi keuangan nasional.
"Kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan literasi keuangan, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara industri dan akademisi dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi perkembangan ekonomi dan teknologi finansial," kata Andy.
Ketua Umum HIMAPEN se-Jabodetabek, Aster Leta, menyampaikan apresiasi atas dukungan PINTU. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membekali mahasiswa dengan pengetahuan berinvestasi yang aman dan tepat di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Forum diskusi yang dimoderatori jurnalis senior Edo Rusyanto itu juga menghadirkan praktisi keuangan global Vier Abdul Jamal, Komisaris PT Adhikita Sekuritas Indonesia B. Hari Mantoro, serta Direktur Utama PT Smartin Advisor System Dr. Odang Supriatna.
PINTU menyasar kalangan akademisi karena tren pasar investasi saat ini didominasi kelompok usia produktif. Edukasi sejak dini dinilai penting agar investor pemula tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memahami manajemen risiko.
Berdasarkan Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025, kelompok Gen Z dan milenial berusia 18–34 tahun mendominasi pengguna aset kripto di Indonesia dengan porsi 81,6 persen dari total pengguna.
Sementara itu, data Statistik KSEI per April 2026 menunjukkan investor berusia di bawah 30 tahun mendominasi pasar modal dengan porsi 55 persen, disusul kelompok usia 31–40 tahun sebesar 25 persen.
"Kami berharap kolaborasi dengan komunitas mahasiswa seperti HIMAPEN dapat mendorong lahirnya investor yang lebih bijak, memahami risiko, serta mampu memanfaatkan peluang investasi secara bertanggung jawab," pungkas Andy.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: