Kredit Foto: Uswah Hasanah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 6.112 pada awal perdagangan Jumat (17/7/2026). Berdasarkan data RTI Business hingga sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG langsung berbalik arah menuju zona merah.
Pada awal sesi, IHSG dibuka di level 6.112 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.119. Namun, tekanan jual membawa indeks turun hingga menyentuh level terendah 6.098.
Aktivitas perdagangan pagi mencatat volume transaksi mencapai 434,155 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp265,918 miliar dari 61.097 kali transaksi.
Dari pergerakan saham, sebanyak 215 saham menguat, 141 saham melemah, dan 278 saham bergerak stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp10.682,740 triliun.
Secara teknikal, pergerakan IHSG masih menunjukkan prospek positif. Indeks bertahan di atas rata-rata pergerakan lima hari (MA5) dan 20 hari (MA20), sementara indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) mulai memperlihatkan pelebaran tren positif. Kondisi tersebut mengindikasikan momentum kenaikan masih terjaga.
"Dengan demikian, IHSG hari ini berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance 6.125-6.175," tulis Phintraco Sekuritas.
Selain ditopang faktor teknikal, sentimen positif juga datang dari realisasi investasi nasional. Sepanjang kuartal II-2026, investasi di Indonesia mencapai Rp511,8 triliun, tumbuh 7,1% secara tahunan (year on year/YoY). Nilai tersebut setara dengan 25,1% dari target investasi nasional 2026.
Phintraco Sekuritas menilai capaian tersebut mencerminkan komitmen investasi jangka panjang dari sejumlah mitra utama Indonesia, seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.
Dari total investasi yang terealisasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi 49,6%, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang 50,4%. Penyebaran investasi di wilayah Jawa dan luar Jawa juga dinilai relatif berimbang.
Baca Juga: IHSG Dibayangi Koreksi, Berikut 6 Saham yang Patut Dipantau
Baca Juga: Dana Asing Masuk Lagi! IHSG Dibidik Naik ke Level 6.175
Sementara itu, realisasi investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI), di luar sektor keuangan dan minyak dan gas bumi (migas), melonjak 27,4% secara tahunan menjadi rekor Rp257,7 triliun pada kuartal II-2026. Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan 8,5% pada kuartal I-2026 dan menjadi laju pertumbuhan terkuat dalam beberapa kuartal terakhir.
Arus investasi asing terbesar mengalir ke industri logam dasar, disusul sektor jasa lainnya dan pertambangan. Secara kumulatif, FDI pada semester I-2026 meningkat 17,3% menjadi Rp432,6 triliun, dengan Singapura tetap menjadi investor terbesar di Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: