- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.382, Sentimen Positif Dorong Optimisme Pasar
Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (6/8/2026) di zona hijau, didorong membaiknya sentimen global serta kondisi ekonomi domestik yang tetap solid.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka menguat 31,55 poin atau 0,50% ke level 6.382,69 dari posisi penutupan sebelumnya di 6.351,14.
Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi juga berlangsung cukup ramai. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp287,5 miliar dengan volume perdagangan mencapai 589,8 juta saham yang diperdagangkan dalam 47.700 kali transaksi.
Penguatan indeks didukung mayoritas saham yang bergerak naik. Sebanyak 296 saham menguat, 87 saham melemah, sementara 580 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG akan berada di kisaran support 6.300, pivot 6.350, dan resistance 6.400.
Menurut Phintraco Sekuritas, peluang penguatan indeks didorong oleh sejumlah sentimen positif, mulai dari membaiknya kondisi ekonomi domestik, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, hingga meningkatnya optimisme terhadap kinerja emiten.
Selain itu, keputusan pemerintah menunda penerapan kebijakan pemungutan pajak melalui platform lokapasar (e-commerce) yang semula dijadwalkan berlaku pada Agustus 2026 juga dinilai memberikan angin segar bagi pasar modal.
"Secara teknikal, sejumlah indikator masih menunjukkan peluang IHSG melanjutkan penguatan dan menguji area 6.370 hingga 6.400 pada perdagangan hari ini," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Dari sisi fundamental, ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29% secara tahunan atau year on year (yoy). Meskipun melambat dibandingkan pertumbuhan kuartal I-2026 yang mencapai 5,61%, capaian tersebut masih lebih baik dari ekspektasi pasar sebesar 5,1%.
Baca Juga: OJK Kejar Aturan Demutualisasi BEI Rampung Pekan Kedua September 2026
Baca Juga: Emiten Properti Keponakan Prabowo Balik Rugi Jadi Untung, Meski Pendapatan Anjlok 83%
Baca Juga: Investor Wajib Tahu! BEI Hentikan Perdagangan Saham BAJA
Phintraco Sekuritas mencatat, laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 merupakan yang terendah sejak kuartal III-2025. Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang melambat menjadi 5,06% serta perlambatan belanja pemerintah menjadi 15,97%.
Di sisi lain, investasi menunjukkan kinerja yang lebih kuat dengan pertumbuhan mencapai 6,87%. Sementara itu, impor tumbuh 8,82%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor sebesar 4,13%, yang mencerminkan aktivitas ekonomi domestik masih cukup solid.
Phintraco Sekuritas juga menyoroti perbaikan kondisi pasar tenaga kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia turun menjadi 4,65% pada Mei 2026 dari 4,68% pada Februari 2026. Angka tersebut merupakan level terendah sejak 1994. Selain itu, tingkat kemiskinan juga tercatat menurun, sehingga dinilai dapat menjadi katalis positif bagi sentimen pasar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: