Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dana Asing Masuk Lagi! IHSG Dibidik Naik ke Level 6.175

Dana Asing Masuk Lagi! IHSG Dibidik Naik ke Level 6.175 Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (17/7/2026). Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang support 6.080, pivot 6.125, dan resistance 6.175.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat 1,10% ke level 6.108,21.

Penguatan indeks ditopang oleh kembalinya aliran dana investor asing dengan net foreign buy sebesar Rp283,41 miliar di pasar reguler. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah menguat 0,46% ke posisi Rp17.986 per dolar AS.

Secara teknikal, pergerakan IHSG masih menunjukkan prospek positif. Indeks bertahan di atas rata-rata pergerakan lima hari (MA5) dan 20 hari (MA20), sementara indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) mulai memperlihatkan pelebaran tren positif. Kondisi tersebut mengindikasikan momentum kenaikan masih terjaga.

"Dengan demikian, IHSG hari ini berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance 6.125-6.175," tulis Phintraco Sekuritas.

Selain ditopang faktor teknikal, sentimen positif juga datang dari realisasi investasi nasional. Sepanjang kuartal II-2026, investasi di Indonesia mencapai Rp511,8 triliun, tumbuh 7,1% secara tahunan (year on year/YoY). Nilai tersebut setara dengan 25,1% dari target investasi nasional 2026.

Phintraco Sekuritas menilai capaian tersebut mencerminkan komitmen investasi jangka panjang dari sejumlah mitra utama Indonesia, seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Dari total investasi yang terealisasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi 49,6%, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang 50,4%. Penyebaran investasi di wilayah Jawa dan luar Jawa juga dinilai relatif berimbang.

Sementara itu, realisasi investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI), di luar sektor keuangan dan minyak dan gas bumi (migas), melonjak 27,4% secara tahunan menjadi rekor Rp257,7 triliun pada kuartal II-2026. Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan 8,5% pada kuartal I-2026 dan menjadi laju pertumbuhan terkuat dalam beberapa kuartal terakhir.

Arus investasi asing terbesar mengalir ke industri logam dasar, disusul sektor jasa lainnya dan pertambangan. Secara kumulatif, FDI pada semester I-2026 meningkat 17,3% menjadi Rp432,6 triliun, dengan Singapura tetap menjadi investor terbesar di Indonesia.

Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat 1,1% ke Level 6.108, Ada 385 Saham yang Naik

Baca Juga: IHSG Diperkirakan Bergerak di Level 6.000-6.125 Sepanjang Hari Ini

Baca Juga: IHSG Naik ke 6.068 pada Pembukaan, Sentimen Inflasi AS Topang Pasar

"Peningkatan investasi asing menjadi sinyal positif bagi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026. Meski demikian, dominasi investasi di sektor berbasis komoditas tetap menjadi risiko yang perlu diwaspadai," tulis Phintraco Sekuritas.

Sejalan dengan prospek penguatan IHSG, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang patut dicermati investor, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri