Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Pergi ke Neraka', Wakilnya Trump Frustasi Israel Gagalkan Perdamaian AS-Iran

        'Pergi ke Neraka', Wakilnya Trump Frustasi Israel Gagalkan Perdamaian AS-Iran Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Retaknya dinamika hubungan Amerika Serikat dan Israel kembali menjadi sorotan. Kali ini, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance melontarkan kritik yang sangat keras dengan menuding ada pihak-pihak di dalam Pemerintahan Israel yang berupaya menggagalkan negosiasi damai antara Washington dan Teheran demi mempertahankan konflik.

        Dalam wawancara di acara The Joe Rogan Experience, Vance bahkan melontarkan kalimat tajam kepada pihak yang menurutnya berada di balik kampanye tersebut.

        "Pergi ke neraka," tegas Vance, seraya menambahkan bahwa dirinya akan tetap melakukan apa yang diyakini terbaik bagi rakyat Amerika.

        Menurut Vance, sejumlah tokoh di lingkungan pemerintahan Israel sengaja berusaha memengaruhi opini publik Amerika agar perang dengan Iran terus berlangsung tanpa batas waktu.

        Baca Juga: Prabowo: Bersyukur, Indonesia Bukan Dipimpin Orang Bodoh dan Penakut!

        "Ada beberapa orang di dalam sistem mereka, kita tahu tanpa keraguan sedikit pun, yang memanipulasi dan mencoba mengubah opini publik Amerika untuk menjaga agar perang terus berlanjut tanpa batas waktu. Bukan untuk mencapai tujuan apa pun, tetapi hanya untuk terus berlanjut tanpa batas waktu," kata Vance.

        Ia mengklaim kelompok tersebut juga melancarkan kampanye untuk melemahkan dirinya setelah berupaya mendorong tercapainya kesepakatan dengan Iran sesuai tujuan yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump.

        Menurut Vance, serangan itu dilakukan melalui kebocoran informasi kepada media hingga kampanye di media sosial yang ditujukan untuk menggagalkan upaya diplomasi.

        Selain itu, Vance turut menyinggung laporan yang menyebut sejumlah pihak yang menerima dana dari mantan pejabat kampanye Trump—yang disebut didukung tokoh-tokoh di pemerintahan Israel—ikut menyerangnya karena sikapnya terhadap Iran.

        Meski demikian, ia menegaskan tidak keberatan jika kritik datang dari dalam Pemerintahan Amerika maupun dari negara sahabat yang ingin memengaruhi kebijakan Washington.

        "Israel melakukannya, dan negara-negara lain juga," katanya.

        Namun, menurut Vance, ada satu hal yang jauh lebih mengganggunya.

        "Yang benar-benar mengganggu saya adalah ketika orang Amerika membiarkan pengaruh itu memengaruhi keputusan mereka," ujarnya.

        Pernyataan tersebut menjadi kritik paling keras yang pernah disampaikan JD Vance terhadap pejabat Israel terkait konflik dengan Iran. Sebelumnya, pada bulan lalu, ia juga sempat menegur sejumlah anggota Pemerintahan Israel yang mengkritik upaya diplomasi Washington dengan Teheran.

        Saat itu, Vance mengatakan bahwa jika dirinya menjadi seorang menteri Israel, ia tidak akan menyerang "satu-satunya sekutu kuat yang tersisa di dunia."

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: