Kebijakan Dinilai Tak Populer, Penasihat Presiden Sebut Pengamat Banyak yang Keliru Pahami Langkah Catur Prabowo
Kredit Foto: Kepala Komunikasi Presiden/PCO
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai banyak pengamat politik keliru membaca arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto karena masih menggunakan perspektif politik elektoral jangka pendek.
Menurut Hasan, cara pandang yang berfokus pada siklus pemilu membuat berbagai kebijakan strategis pemerintah kerap dikaitkan dengan kepentingan elektoral menjelang Pemilu 2029.
Dalam catatan strategisnya, Hasan membedakan antara politik praktis dan statecraft atau seni mengelola negara. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo menganut pendekatan realis yang lebih berorientasi pada kepentingan jangka panjang.
"Fokus utamanya bukan lagi mengamankan basis pemilih baru untuk pemilu berikutnya, melainkan mempersiapkan fondasi kokoh bagi kelangsungan hidup bangsa," ujar Hasan dalam keterangannya.
Hasan menambahkan, gaya kepemimpinan yang berorientasi pada masa depan tersebut kerap sulit dipahami oleh politisi maupun pengamat yang terbiasa melihat setiap kebijakan melalui kacamata popularitas dan kontestasi politik.
Menurutnya, pendekatan itu mencerminkan pergeseran paradigma kepemimpinan nasional, dari yang berorientasi pada kemenangan politik menuju pembangunan berkelanjutan untuk kepentingan generasi mendatang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: