Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat, Tembus Rp1,7 Triliun

        Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat, Tembus Rp1,7 Triliun Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Bandung -

        PT Bank Muamalat Indonesia (Bank Muamalat) mencatat lonjakan signifikan pada produk Pembiayaan Solusi Emas Hijrah yang mencapai Rp1,7 triliun hingga akhir Maret 2026. Nilai pembiayaan tersebut melonjak lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year on year/yoy), menjadikannya salah satu motor pertumbuhan bisnis ritel perseroan di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

        Selain peningkatan nilai pembiayaan, jumlah rekening nasabah produk tersebut juga tumbuh 274% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut memperkuat strategi Bank Muamalat dalam memperluas pembiayaan ritel berbasis syariah sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.

        Tidak hanya dari segmen konsumer, Bank Muamalat juga membukukan pertumbuhan pembiayaan usaha kecil dan menengah (small and medium enterprise/SME). Outstanding pembiayaan SME mencapai Rp3,1 triliun hingga Maret 2026 atau meningkat 33% secara tahunan.

        Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono mengatakan perseroan menjadikan segmen ritel, baik konsumer maupun SME, sebagai fokus utama pengembangan bisnis karena dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang kuat dan profil risiko yang lebih terdiversifikasi.

        "SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini juga mempunyai manajemen atau penyebaran risiko yang baik," kata Imam di Bandung, Jumat (17/7/2026).

        Menurutnya, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Muamalat menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi domestik maupun global.

        Di sisi lain, Bank Muamalat terus memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) guna memperluas ekosistem ekonomi syariah, khususnya pada layanan haji dan umrah.

        Salah satu inovasi yang dikembangkan ialah peluncuran Kartu Haji Indonesia sebagai alternatif transaksi non-tunai bagi jemaah. Produk tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan transaksi sekaligus mendukung digitalisasi layanan haji dan umrah.

        Selain itu, perseroan memperluas layanan pendaftaran haji melalui aplikasi Muamalat DIN, seluruh kantor cabang, serta jaringan PT Pos Indonesia. Melalui fitur Bank Haji pada aplikasi tersebut, calon jemaah dapat melakukan pendaftaran, pelunasan biaya haji, hingga mengecek riwayat pendaftaran dan nilai manfaat haji secara digital.

        Bank Muamalat juga melanjutkan berbagai program bersama BPKH melalui penyelenggaraan kegiatan bersama di tingkat nasional maupun internasional yang berfokus pada edukasi, penghimpunan dana, serta penguatan ekosistem ekonomi syariah. BPKH turut menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia layanan kustodian.

        "Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jejaring yang dimiliki, sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas," ujar Imam.

        Baca Juga: ANTAM Gandeng Bank Muamalat, Perluas Akses Investasi Emas Syariah Nasional

        Baca Juga: Strategi Mengelola Emas untuk Investasi Dana Pendidikan Anak

        Untuk memperkuat implementasi strategi bisnis pada semester II-2026, Bank Muamalat bersama BPKH menggelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung sebagai kota ketiga setelah Jakarta dan Surabaya. Program tersebut akan berlanjut di Yogyakarta, Makassar, dan Medan.

        Menurut Imam, kegiatan tersebut menjadi forum untuk mengevaluasi kinerja, menyampaikan strategi bisnis, sekaligus mengidentifikasi potensi pertumbuhan di masing-masing wilayah.

        "Kami juga mengidentifikasi peluang pertumbuhan di masing-masing daerah. Sasarannya jelas, kami ingin membangun semangat dan optimisme menghadapi semester kedua tahun ini, di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan kondisi global yang masih bergejolak," katanya.

        Perseroan menega

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: