Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BEI Ungkap Ada 4 Perusahaan Incar Dana Rp2,16 Triliun dari IPO, Pipeline Didominasi Healthcare

        BEI Ungkap Ada 4 Perusahaan Incar Dana Rp2,16 Triliun dari IPO, Pipeline Didominasi Healthcare Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sektor healthcare menjadi penyumbang terbesar dalam pipeline pencatatan saham (initial public offering/IPO) hingga 17 Juli 2026. Dari empat perusahaan yang masih mengantre melantai di bursa, sebanyak dua perusahaan berasal dari sektor kesehatan, sedangkan dua lainnya berasal dari sektor basic materials dan consumer non-cyclicals.  

        Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin menyampaikan hingga 17 Juli 2026 BEI telah mencatatkan tujuh perusahaan baru di pasar saham dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun. Sementara itu, masih terdapat empat perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham.  

        Berdasarkan klasifikasi aset, dua calon emiten dalam pipeline merupakan perusahaan beraset besar dengan nilai aset di atas Rp250 miliar. Sementara dua perusahaan lainnya merupakan perusahaan beraset kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar. Hingga saat ini belum terdapat perusahaan beraset menengah yang masuk dalam antrean IPO.  

        Dari sisi sektoral, pipeline IPO saat ini hanya berasal dari tiga sektor. Selain dua perusahaan dari sektor healthcare, masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor basic materials dan consumer non-cyclicals. Adapun belum terdapat perusahaan dari sektor energi, keuangan, infrastruktur, industri, properti dan real estat, teknologi, transportasi dan logistik, maupun consumer cyclicals yang berada dalam pipeline IPO BEI.  

        Baca Juga: BEI: Ada 4 Calon Emiten yang Masuk Antrean IPO

        Baca Juga: BEI Kebanjiran Emiten Baru, 6 IPO Raup Dana Hampir Rp1,9 Triliun

        Baca Juga: Deretan Konglomerat Hadiri IPO RANS, dari Haji Isam hingga Boy Thohir

        Sementara itu, aktivitas penghimpunan dana melalui pasar obligasi masih menunjukkan tren yang lebih beragam. Hingga pertengahan Juli 2026, BEI telah menerbitkan 114 emisi efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dari 62 penerbit dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp103,86 triliun.  

        BEI juga mencatat masih terdapat 11 emisi dari sembilan penerbit yang berada dalam pipeline penerbitan EBUS. Sektor energi mendominasi antrean tersebut dengan lima emisi atau sekitar 45,5% dari total pipeline. Selanjutnya, sektor keuangan dan infrastruktur masing-masing menyumbang dua emisi, sedangkan sektor basic materials dan consumer non-cyclicals masing-masing satu emisi.  

        Di sisi aksi korporasi, hingga 17 Juli 2026 sebanyak 15 perusahaan tercatat telah melaksanakan rights issue dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp10,69 triliun. Saat ini masih terdapat satu perusahaan yang berada dalam pipeline rights issue, yang seluruhnya berasal dari sektor properties & real estate.  

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: