Presiden Iran Nyatakan 'Perang Skala Penuh' Melawan Amerika: Kami Siap Hadapi Segala Konsekuensi
Kredit Foto: Istimewa
Iran menyatakan bahwa pihaknya kini telah memasuki fase perang penuh melawan Amerika Serikat (AS). Pernyataan tersebut menjadi sinyal terbaru bahwa konflik antara kedua negara semakin terbuka setelah adanya peningkatan operasi militer dari Washington di Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa situasi yang dihadapinya saat ini bukan lagi sekadar ketegangan politik atau konflik terbatas, melainkan telah berkembang menjadi perang berskala penuh yang menuntut kesiapan seluruh elemen negara.
Baca Juga: Iran Bongkar Permainan Diplomasi Amerika Serikat: Mereka Pikir Kami Sebodoh Mereka
"Kenyataannya, hari ini kami sedang terlibat dalam perang skala penuh," kata Masoud Pezeshkian, dikutip Selasa (21/7/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat agar bersiap menghadapi seluruh konsekuensi yang muncul dari konflik tersebut. Menurutnya, setiap bentuk perlawanan terhadap tekanan dari luar pasti memiliki harga yang harus dibayar.
"Kita harus bersikap realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini," lanjut Pezeshkian.
Pernyataan Presiden Iran itu disampaikan menyusul manuver terbaru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia dilaporkan tengah mempertimbangkan perluasan operasi militer terhadap Iran. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strateginya untuk meningkatkan tekanan kepada negara terkait di tengah memburuknya situasi keamanan di Timur Tengah.
Adapun Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukannya kembali melancarkan gelombang serangan baru ke sejumlah target di Iran.
Menurut mereka, operasi tersebut dirancang untuk semakin melemahkan kemampuan militer musuh yang disebut digunakan dalam serangan terhadap kapal-kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz.
Serangan Amerika Serikat itu menandai berlanjutnya eskalasi konflik yang sebelumnya telah mengganggu stabilitas kawasan sekaligus memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia. Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak global.
Media Iran kemudian melaporkan sejumlah ledakan terjadi di berbagai wilayah negara tersebut tidak lama setelah operasi militer Amerika berlangsung.
Ledakan dilaporkan terdengar di Isfahan, di Chabahar dan Konarak yang berada di wilayah tenggara dari Iran. Ledakan juga terjadi di Bandar Abbas.
Hingga kini belum ada rincian resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut. Namun, laporan mengenai ledakan di beberapa wilayah sekaligus menunjukkan bahwa operasi militer menjangkau sejumlah titik penting di Iran.
Baca Juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Berupaya Mengulur-ulur Waktu di Kasus Ijazah Jokowi, Kata THMP
Eskalasi terbaru ini juga menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas geopolitik global, termasuk perdagangan energi, jalur pelayaran internasional, hingga kondisi ekonomi dunia apabila konflik terus berkembang dalam beberapa waktu ke depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: