Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran: Amerika Sadar Kami Tak Bisa Dipaksa Menyerah dengan Serangan Rudal

        Iran: Amerika Sadar Kami Tak Bisa Dipaksa Menyerah dengan Serangan Rudal Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perang Iran-Amerika Serikat memasuki babak terbaru dengan adanya perubahan strategi dari Washington ke Teheran. Negeri Paman Sam disebut mulai sadar tak bisa membuat musuhnya menyerah hanya dengan serangan militer.

        Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa musuh mulai menyadari serangan rudal dan operasi militer saja tidak cukup untuk memaksa negara menyerah. Menurutnya, konflik yang berlangsung kini telah berubah menjadi perang dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi.

        Baca Juga: Update Seputar Febrie Adriansyah: Pemerintah Isyaratkan Bakal Ada Kejutan dari Prabowo di Minggu Ini

        "Kenyataannya adalah bahwa saat ini juta terlibat dalam perang skala penuh. Perang saat ini bukan hanya perang rudal; musuh telah menyimpulkan bahwa mereka tidak dapat memaksa rakyat Iran untuk menyerah melalui serangan militer," kata Pezeshkian, dikutip Rabu (22/7/2026).

        Menurut Pezeshkian, perubahan strategi tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap negaranya kini diarahkan ke sektor yang lebih luas, terutama perekonomian nasional dan kehidupan masyarakat.

        "Perekonomian dan mata pencaharian rakyat adalah arena konfrontasi terpenting dengan musuh," ujarnya.

        Ia menilai tekanan ekonomi kini menjadi instrumen utama yang digunakan untuk melemahkan negaranya setelah tekanan militer dinilai tidak mampu mencapai tujuan yang diinginkan.

        Diketahui, Amerika Serikat terus memperketat tekanan terhadap Iran. Washington melakukan hal tersebut dengan berbagai cara termasuk melalui blokade pelabuhan dan serangan terhadap sejumlah infrastruktur strategis seperti jalan raya, jalur kereta api, jembatan hingga terowongan yang ada dalam wilayah dari Teheran.

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan hal itu merupakan bentuk penghormatan sekaligus balasan atas gugurnya personel militer negaranya dalam konflik yang terus memanas di Timur Tengah.

        Trump menyebut serangan terbaru dilakukan untuk mengenang para prajurit yang gugur saat menjalankan tugas. Ia menyampaikan hal tersebut setelah negaranya kembali melancarkan operasi udara terhadap Iran.

        Baca Juga: Diakui Pemerintah, Ada Masalah di Balik Posisi Kursi Prabowo-Gibran Tak Sejajar di Sidang Kabinet

        Ia juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban dari pihak militer Amerika. Menurutnya, para prajurit tersebut gugur dalam upaya memastikan musuh tidak memiliki senjata nuklir yang dianggap sebagai ancaman bagi keamanan Amerika Serikat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: