Skandal Piala Dunia Makin Panas, Gianni Infantino Dituntut Mundur dari FIFA: Waktu Dia Sudah Habis
Kredit Foto: Istimewa
Gelombang kritik datang semakin keras terhadap Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) Gianni Infantino. Hal tersebut menyusul rangkaian kontroversi yang mewarnai piala dunia tahun ini di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Presiden La Liga, Javier Tebas secara terbuka meminta sosok tersebut mengakhiri kepemimpinannya karena dinilai telah membawa federasi ke arah yang merugikan sepak bola dunia. Kepemimpinan Infantino sudah seharusnya berakhir di sini.
Baca Juga: IKN Proyek Jokowi Kembali Tak Dilirik Prabowo, Jakarta Akan Menjadi Lokasi HUT Ke-81
"Menurut saya, ya. Saya pikir waktunya sudah habis," kata Tebas, dikutip dari La Gazzetta dello Sport, Rabu (22/7/2026).
Tebas, meski demikian, mengakui peluang pergantian kepemimpinan masih kecil. Infantino menurutnya tetap mendapat dukungan kuat dari banyak federasi sepak bola nasional.
"Tidak ada kandidat penantang. Tidak ada yang mau maju hanya untuk kalah. Dia seharusnya tidak bertahan, tetapi situasi saat ini membuatnya tidak akan pergi," ujarnya.
Sorotan terhadap sosok itu sendiri semakin tajam setelah muncul kontroversi terkait penangguhan hukuman terhadap Striker Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan tersebut disebut terjadi setelah adanya intervensi Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Infantino.
Menurut Tebas, kasus tersebut berpotensi menjadi skandal besar yang bisa mengguncang posisi sosok dari Infantino. Beruntung, Amerika Serikat gagal melaju lebih jauh di turnamen usai kalah dari Belgia.
"Penangguhan larangan bermain pemain itu benar-benar persoalan serius. Mereka beruntung. Untungnya Belgia menyingkirkan Amerika Serikat. Kalau tidak, kasus itu bisa saja membuat dia kehilangan jabatannya," katanya.
Kontroversi tersebut sebelumnya juga mendapat kritik keras dari Federasi Sepak Bola Uni Eropa (UEFA). FIFA menurut lembaga itu telah mengambil keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan. Perselisihan tersebut bahkan dikabarkan menjadi salah satu alasan tidak hadirnya Presiden Federasi Sepak Bola Uni Eropa (UEFA) Aleksander Ceferin di Final Piala Dunia 2026.
Tebas juga mengaku ia mendengar banyak keluhan mengenai kepemimpinan Infantino di Amerika Serikat. Namun, menurutnya, sebagian besar hanya menyampaikan kritik secara informal tanpa berani mengambil langkah nyata.
"Beberapa hari terakhir saya mendengar banyak orang yang menentang dia dan tidak setuju dengan apa yang dilakukannya di Amerika. Mereka mengatakannya, tetapi kemudian tidak melakukan apa-apa. Saya tidak tahu mana yang lebih buruk, diam atau ikut membiarkan, karena mereka yang diam sangat sadar terhadap kerusakan yang sedang dialami sepak bola," ujarnya.
Adapun Infantino sendiri diperkirakan tetap akan maju untuk masa jabatan keempat sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).
Baca Juga: UGM Ingatkan Prabowo: Kalangan Profesor Tak Akan Gentar Bayar Rp5 Juta Demi Tinggalkan Indonesia
Namun, kritik terhadapnya memperlihatkan bahwa kontroversi selama piala dunia kali ini kini tidak hanya memunculkan hawa panas, tetapi juga mulai berkembang menjadi tuntutan berakhirnya kepemimpinan dari Gianni Infantino.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar