Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Agennya Lalai, Iran Gagal Jalankan Operasi Rahasia di Jantung Israel

        Agennya Lalai, Iran Gagal Jalankan Operasi Rahasia di Jantung Israel Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Intelijen Israel, Mossad mengklaim berhasil menggagalkan sebuah operasi rahasia yang diduga disusun Iran. Ia mengklaim bahwa agen negara tersebut coba menyusup ke wilayahnya untuk menyerang pejabat-pejabat senior dari Tel Aviv.

        Dikutip Jumat (24/7/2026), Menurut Mossad, operasi itu melibatkan jaringan kriminal internasional sebagai perantara untuk menyamarkan keterlibatan langsung pemerintah Iran. Ia menyebut operasi tersebut dipimpin oleh Kementerian Intelijen Iran.

        Baca Juga: Ahmad Khozinudin Tantang Roy Suryo & Dokter Tifa Buktikan Penelitian Ijazah Jokowi: Jangan Menipu...

        Skema yang digunakan adalah merekrut organisasi kriminal di luar negeri, yang kemudian bertugas mencari individu yang beradaatau dapat masuk ke Israel. Mereka ditugaskan untuk mengumpulkan informasi intelijen sekaligus melancarkan serangan terhadap target yang telah ditentukan.

        Menurut Mossad, dua tokoh kriminal sedang berada di bawah perlindungan Kementerian Intelijen Iran. Mereka adalah Baba Mahuzadeh Haji Jafan alias Babak dan Mehmet Nadim Ya’it alias Nadim. Keduanya berperan merekrut seorang pelaku lain bernama Turut Ozkor alias Philip.

        Philip disebut-sebut tinggal di Prancis. Ia mendapat tugas membentuk sel beranggotakan warga negara asing yang nantinya akan masuk ke Israel. 

        Mossad mengungkapkan bahwa sosok tersebut beberapa kali melakukan perjalanan untuk bertemu dengan pihak yang mengendalikannya sekaligus menerima pembayaran atas tugas yang dijalankan. Namun kini rencana tersebut akhirnya gagal dijalankan setelah jaringan tersebut berhasil diungkap melalui kerja sama dengan sejumlah badan intelijen dari negara lain.

        "Meskipun berupaya menghindari jejak, metode penggunaan pihak perantara (proxy) berulang kali menunjukkan kelalaian para pelaku di lapangan sehingga akhirnya mengungkap para pengendalinya di Iran," demikian pernyataan dari Mossad.

        Mossad juga mengidentifikasi sejumlah pejabat yang disebut menjadi pengendali operasi tersebut, yakni Asadollah Behzad Oskhari, Vahid Matzoumi, Mohammad-Hossein Zoghi dan Hamid Qasemi.

        Sementara itu, Philip dilaporkan telah dideportasi dari Prancis. Adapun Babak dan Nadim disebut masih berada di Iran.

        Mossad juga menyatakan bahwa dalam dua tahun terakhir pihaknya telah menggagalkan sejumlah upaya untuk mengarahkan aksi teror di dalam wilayah dari Israel. Menurutnya, peningkatan operasi tersebut sejalan dengan semakin panasnya perang dari Iran-Amerika Serikat (AS).

        Baca Juga: Tak Berakhir di Eksepsi, Jokowi Belum Selesai Kejar Urusan Perkara Ijazah dengan Dokter Tifa

        Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi terkait dengan klaim hingga tuduhan terkait dari Iran. Tuduhan itu sendiri disampaikan oleh badan intelijen dari Israel. Namun hal itu juga belum dapat diverifikasi secara independen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: