Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tekanan Rupiah Terhadap Dolar AS Semakin Dalam Usai Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

        Tekanan Rupiah Terhadap Dolar AS Semakin Dalam Usai Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah dan kembali mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Senin (27/7/2026). Rupiah melemah usai Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri.

        Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.978 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 15 poin atau 0,08 persen terhadap perdagangan sebelumnya di posisi Rp.17.963 per dolar AS.

        Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah kali ini dipicu oleh sentimen domestik setelah mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI). Menurutnya, pergantian kepemimpinan bank sentral berpotensi memengaruhi persepsi pasar terhadap independensi BI.

        "Saya melihat hal ini bisa menjadi sentimen negatif buat pasar modal maupun rupiah. Secara hal ini bisa dianggap atau dikaitkan dengan independensi BI," kata Lukman dalam keterangannya, Jakarta, Senin (27/7/2026).

        Padahal sebelumnya, Lukman memperkirakan adanya peluang menguatnya rupiah seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah penghentian aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.

        "Penguatan mungkin akan terbatas, dengan investor cenderung wait and seeĀ  serentetan rilis data ekonomi penting AS diantaranya PDB dan inflasi PCE serta pertemuan FOMC," ucapnya.

        Baca Juga: Naik Turun Rupiah di Era Perry Warjiyo, dari Rp13.600 hingga Jebol Rp18.000

        Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI, Investor Wait and See

        Namun, ia menilai sentimen mundurnya Gubernur BI mengubah arah pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini.

        "Ini lebih pada sentimen, jadi sulit diperkirakan. Namun kalau melihat rupiah yang awalnya diharapkan bisa menguat hari ini, terpantau berbalik melemah," ujarnya.

        Lukman memproyeksikan rupiah pada pergadangan hari ini bergerak kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: