Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gerobak Nasi Uduk Rusak di Bentrokan Menteng, Pemkot Janji Ganti Baru

        Gerobak Nasi Uduk Rusak di Bentrokan Menteng, Pemkot Janji Ganti Baru Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gerobak pedagang nasi uduk menjadi salah satu bagian dari rangkaian bentrokan maut di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Pemerintah Kecamatan Menteng memastikan gerobak yang rusak akan segera diganti agar pedagang tetap bisa berjualan.

        Camat Menteng Nurhelmi Savitri mengatakan gerobak tersebut saat ini masih diamankan polisi. Gerobak itu dijadikan barang bukti dalam proses penyelidikan bentrokan yang menewaskan satu orang.

        "Gerobak pedagang nasi uduk yang dirusak Insya Allah akan segera kami ganti. Karena gerobak tersebut ditarik oleh polisi untuk barang bukti, jadi biar yang bersangkutan bisa dagang lagi," kata Nurhelmi kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

        Pemerintah Kecamatan Menteng menargetkan gerobak pengganti sudah diberikan paling lambat Selasa (28/7) pagi. Dengan begitu, pedagang nasi uduk tersebut tidak terlalu lama kehilangan mata pencaharian.

        Nurhelmi menyebut kerusakan yang tercatat akibat bentrokan sejauh ini hanya menimpa satu gerobak pedagang nasi uduk. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan situasi di lokasi tetap aman.

        "Kami akan mengumpulkan tokoh masyarakat, RT, RW, tokoh pemuda, tokoh agama, Karang Taruna, termasuk pengurus Masjid Jami Matraman untuk berkolaborasi mengimbau warga agar tidak terprovokasi," katanya.

        Bentrokan tersebut terjadi di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Polisi menduga keributan bermula dari persoalan kebisingan di dekat pedagang nasi uduk.

        Dua orang pengendara motor disebut menggeber kendaraan di depan pedagang nasi uduk di kawasan Jalan Matraman Dalam. Keduanya kemudian ditegur warga karena suara kendaraan tersebut dianggap mengganggu.

        Keduanya meninggalkan lokasi setelah ditegur. Namun, mereka kemudian kembali bersama sekitar lima orang lainnya dan diduga merusak gerobak nasi uduk serta melakukan penganiayaan terhadap warga.

        Aksi tersebut kemudian memicu kemarahan warga sekitar. Bentrokan meluas hingga kawasan Jalan Tambak yang diduga menjadi lokasi tempat tinggal kelompok tersebut.

        Warga dan kelompok tersebut terlibat saling lempar batu serta benda lainnya. Bentrokan tersebut juga menyebabkan bangunan dan sejumlah kendaraan di sekitar lokasi terbakar.

        Baca Juga: Fakta-Fakta Bentrokan Warga di Menteng Tewaskan 1 Orang, Ternyata Dipicu Masalah Saat Sarapan

        Polisi kemudian dikerahkan untuk membubarkan massa dan mengamankan lokasi. Petugas juga mengevakuasi korban serta membawa sejumlah orang untuk menjalani pemeriksaan.

        Dua orang korban dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Salah satu korban berinisial K (23) meninggal dunia setelah menjalani perawatan, sedangkan korban lainnya masih dalam kondisi kritis.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: