Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bukalapak Berbalik Rugi Rp820 Miliar pada Semester I-2026, dari Sebelumnya Laba

        Bukalapak Berbalik Rugi Rp820 Miliar pada Semester I-2026, dari Sebelumnya Laba Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) membukukan rugi bersih sebesar Rp820,74 miliar pada semester I-2026. Kinerja ini berbalik dari periode yang sama tahun lalu, ketika perseroan masih mencatatkan laba bersih Rp464,45 miliar.

        Mengutip laporan keuangan BUKA, Selasa (28/7/2026), rugi tersebut membuat perseroan mencatat rugi per saham dasar sebesar Rp8,53, berbanding terbalik dengan laba per saham Rp4,43 pada semester I-2025.

        Di tengah penurunan kinerja, pendapatan bersih Bukalapak justru meningkat 29,54% secara tahunan menjadi Rp3,99 triliun hingga akhir Juni 2026, dari Rp3,08 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Namun, pertumbuhan pendapatan belum mampu menutup kenaikan biaya operasional. Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp3,69 triliun dari Rp2,83 triliun, sementara beban penjualan dan pemasaran meningkat menjadi Rp129,8 miliar. Di sisi lain, beban umum dan administrasi turun menjadi Rp194,06 miliar.

        Baca Juga: Laba BCA Tembus Rp29,5 Triliun, Kredit Pecah Rekor Lewati Rp1.000 Triliun

        Baca Juga: Bos BCA Buka Suara soal Pengganti Perry Warjiyo, Ini Harapannya

        Baca Juga: Laba Emiten Sawit Haji Isam PGUN Anjlok 46,72% pada Semester I-2026

        BUKA juga membukukan pendapatan operasi lainnya sebesar Rp793,23 miliar, berbalik dari rugi Rp32,3 miliar pada semester I-2025. 

        Meski demikian, perseroan mencatat rugi nilai investasi sebesar Rp1,74 triliun, berbalik dari laba Rp243,22 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Akibatnya, BUKA membukukan rugi usaha Rp977,62 miliar, setelah sebelumnya mencatat laba usaha Rp58,18 miliar.

        Dari sisi neraca, total aset Bukalapak turun menjadi Rp24,87 triliun per 30 Juni 2026, dibandingkan Rp26,03 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, liabilitas tercatat sebesar Rp573,35 miliar dan ekuitas mencapai Rp24,30 triliun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: