Kredit Foto: Vico - Biro Pers Sekretariat Presiden
Sorotan terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali memunculkan pernyataan kontroversial. Kali ini, peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sekaligus budayawan Mohamad Sobary melontarkan kritik keras terhadap sikap Jokowi dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk polemik ijazah yang masih menjadi perdebatan.
Dalam pandangannya, Sobary menilai Jokowi tidak menunjukkan sikap mengalah meski menghadapi berbagai tuntutan. Bahkan, ia menyebut ambisi kekuasaan telah mengubah sosok mantan kepala negara tersebut secara drastis.
"Jokowi tidak mau kalah meskipun sebenarnya nalar kita mengatakan tidak mungkin ijazah ini asli. Musuhnya Jokowi itu berlapis-lapis, tuntutan yang berlapis-lapis. Jokowi tidak mau kalah," kata Sobary.
Sobary kemudian membandingkan perjalanan hidup Jokowi dari masa lalu hingga saat ini. Menurutnya, Jokowi berasal dari latar belakang masyarakat sederhana yang hidup dengan berbagai keterbatasan.
Baca Juga: Aturan Konsitusi: Kalau Prabowo Tumbang, Gibran Otomatis Jadi Presiden
"Kalau Jokowi adalah Jokowi Wong Deso, mari kita tarik Jokowi sebagai orang pinggir kali. Ya otomatis miskin. Orang pinggir kali hidup dalam kelas sosial semacam itu. Sekolahnya keteter semacam itu, segalanya parah," ujarnya.
Namun, Sobary menilai kondisi tersebut kini sudah berubah jauh. Ia menganggap pengalaman memegang kekuasaan telah membentuk karakter Jokowi menjadi sangat berbeda dibandingkan sosok yang dulu dikenal publik.
"Tapi dia kan tidak seperti itu, dia sudah berubah menjadi suatu monster yang sangat menakutkan. Punya duit, pernah berkuasa, pernah memiliki ambisi sangat besar. Pernah merasa dirinya megalomania. Aku orang besar," ungkap dia.
Lebih lanjut, Sobary juga menyinggung apa yang disebutnya sebagai kecenderungan megalomania pada diri Jokowi. Menurutnya, hal itu tidak selalu terlihat dari perilaku sehari-hari, tetapi tercermin dari berbagai dinamika politik yang muncul selama masa kepemimpinannya.
Baca Juga: Eks Wamenkumham Akui Prabowo Mustahil Dimakzulkan, Tapi Ada Ancaman Lebih Besar
"Tapi ditampilkan dalam wujud orang kecil-orang kecil, saya dihina sehina-hinanya, ya modal seperti itu sosok yang tidak begitu jelas. Anda megalomania yang berlebih-lebihan, nampak pun megalomania itu," sentilnya.
Pernyataan Sobary tersebut menambah deretan kritik yang belakangan diarahkan kepada Jokowi di tengah polemik yang masih berkembang. Seluruh pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi narasumber mengenai dinamika politik dan polemik yang sedang menjadi perhatian publik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: