Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Guru Ekonomi DKI Dibekali Kurikulum Ekonomi Syariah, UNJ Dorong Lahirnya Talenta Industri Halal

        Guru Ekonomi DKI Dibekali Kurikulum Ekonomi Syariah, UNJ Dorong Lahirnya Talenta Industri Halal Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ) memperkuat upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) ekonomi syariah melalui pelatihan bagi guru ekonomi SMA, SMK, dan MA di DKI Jakarta. Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang mampu mengisi kebutuhan industri halal dan keuangan syariah yang terus berkembang.

        Kegiatan bertajuk "Penguatan Kapasitas Guru MGMP Ekonomi SMA/SMK/MA dalam Integrasi Pembelajaran Ekonomi dan Keuangan Islam di DKI Jakarta" tersebut diselenggarakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi S-1 Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNJ pada Selasa, 28 Juli 2026, di Gedung SFD Tower B Lantai 10, Kampus A FEB UNJ.

        Pelatihan diikuti oleh 31 guru yang terdiri atas 10 guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN), 10 guru SMA Negeri, dan 11 guru SMK Negeri dari berbagai sekolah di Jakarta. Para peserta mendapatkan pembekalan dari narasumber Sri Sulastri, S.Si., M.Pd., Erika Takidah, S.E., Ak., M.Si., Ph.D., serta Dr. Achmad Fauzi, S.Pd., M.Ak.

        Dalam kegiatan tersebut ditegaskan bahwa penguatan ekonomi syariah tidak hanya berorientasi pada pengembangan sektor bisnis, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan melalui pendidikan.

        Materi pelatihan mengangkat besarnya potensi ekonomi syariah Indonesia di tingkat global. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025/2026, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dalam pengembangan ekonomi Islam.

        Sejumlah sektor seperti makanan halal, modest fashion, farmasi, kosmetik, hingga keuangan syariah diproyeksikan terus tumbuh sehingga membuka kebutuhan terhadap SDM yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.

        Melalui pelatihan ini, para guru didorong untuk mengenalkan peluang karier di industri syariah kepada peserta didik, mulai dari analis fintech syariah, auditor halal, hingga wirausaha di sektor halal. Upaya tersebut juga diarahkan untuk mendukung target Visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi syariah dunia, sejalan dengan Master Plan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2025-2029.

        Selain membahas perkembangan industri, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai landasan filosofis ekonomi syariah yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah.

        Dalam materi tersebut dijelaskan pentingnya prinsip transaksi yang adil dan dilakukan atas dasar kesepakatan kedua belah pihak sebagaimana terkandung dalam Surah An-Nisa ayat 29. Guru juga diberikan pemahaman mengenai larangan praktik riba, gharar, maysir, serta transaksi barang yang diharamkan, disertai penekanan terhadap nilai kejujuran dan amanah dalam aktivitas ekonomi.

        Pada sesi praktik, para peserta didampingi menyusun perangkat pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), hingga instrumen asesmen yang mengacu pada Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2025 tentang Standar Isi.

        Baca Juga: Di Tengah Tekanan Pasar, Keuangan Syariah Masih Cetak Pertumbuhan

        Pembelajaran diarahkan menggunakan pendekatan Deep Learning yang menekankan proses belajar secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Guru juga dilatih menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang mendorong peserta didik memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan persoalan ekonomi secara nyata, bukan sekadar menghafal konsep.

        Melalui penguatan kapasitas guru tersebut, FEB UNJ berharap pembelajaran ekonomi dan keuangan Islam di sekolah mampu melahirkan lulusan yang lebih siap menghadapi perkembangan industri syariah sekaligus memenuhi kebutuhan SDM pada sektor ekonomi halal yang terus berkembang di Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: