Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pendapatan Mayapada Hospital (SRAJ) Naik, tapi Rugi Naik Jadi Rp244 Miliar

        Pendapatan Mayapada Hospital (SRAJ) Naik, tapi Rugi Naik Jadi Rp244 Miliar Kredit Foto: Mayapada Hospital
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Emiten pengelola jaringan Mayapada Hospital, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) membukukan pendapatan sebesar Rp1,302 triliun hingga akhir Juni 2026. Capaian tersebut tumbuh 9,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1,188 triliun.

        Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pertumbuhan pendapatan tersebut belum mampu mengerek kinerja laba. SRAJ justru membukukan rugi bersih sebesar Rp244,677 miliar pada semester I-2026, membengkak dibandingkan rugi Rp65,551 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Meningkatnya rugi bersih turut mendorong rugi per saham naik menjadi Rp19,99, dari Rp5,36 per saham pada semester I-2025.

        Membengkaknya rugi dipicu oleh kenaikan beban operasional, terutama beban umum dan administrasi yang meningkat 22,3% menjadi Rp504,579 miliar, dari Rp412,551 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kondisi tersebut membuat perseroan membukukan rugi usaha sebesar Rp90,072 miliar.

        Kenaikan beban umum dan administrasi terutama berasal dari meningkatnya beban gaji dan tunjangan yang naik dari Rp178,621 miliar menjadi Rp217,969 miliar.

        Baca Juga: Rugi AirAsia Indonesia Bengkak Jadi Rp1,45 Triliun, Beban Bahan Bakar dan Kurs Jadi Biang Kerok

        Baca Juga: Bukalapak Berbalik Rugi Rp820 Miliar pada Semester I-2026, dari Sebelumnya Laba

        Baca Juga: Penjualan Ramayan Turun 12,65%, Kini Hanya Raup Rp1,31 Triliun per Akhir Juni 2026

        Selain itu, beban jasa profesional juga melonjak menjadi Rp50,463 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan Rp23,021 miliar pada semester I-2025.

        Di luar itu, perseroan juga mencatat kenaikan signifikan pada beban lain-lain, dari Rp2,6 miliar menjadi Rp67,83 miliar. Sementara beban keuangan meningkat menjadi Rp212,12 miliar, dari sebelumnya Rp175,84 miliar.

        Dari sisi neraca, total aset SRAJ hingga akhir Juni 2026 tercatat Rp7,621 triliun, relatif stabil dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp7,623 triliun. Adapun total liabilitas mencapai Rp6,53 triliun, sedangkan total ekuitas tercatat sebesar Rp1,091 triliun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: