Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Meski Penjualan Naik 9%, Cuan Indofood Milik Salim Susut Akibat Pelemahan Rupiah

        Meski Penjualan Naik 9%, Cuan Indofood Milik Salim Susut Akibat Pelemahan Rupiah Kredit Foto: Indofood
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan penurunan laba bersih sebesar 19% pada semester I 2026 menjadi Rp4,72 triliun. Pelemahan laba tersebut terjadi di tengah pertumbuhan penjualan dan laba usaha, yang tertekan oleh meningkatnya rugi selisih kurs belum terealisasi akibat melemahnya nilai tukar rupiah. 

        Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026, penjualan neto konsolidasi Indofood naik 9% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp65,53 triliun, dibandingkan Rp59,84 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, laba usaha meningkat 14% menjadi Rp13,29 triliun dari Rp11,69 triliun, dengan margin laba usaha tetap terjaga di level 20,3%.

        Meski demikian, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp4,72 triliun dari Rp5,84 triliun pada semester I 2025. Perseroan menjelaskan penurunan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari aktivitas pendanaan seiring pelemahan nilai tukar rupiah. 

        Jika mengacu pada core profit yang mencerminkan kinerja operasional, Indofood masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 7% menjadi Rp6,18 triliun, dibandingkan Rp5,78 triliun pada semester I tahun lalu. Kenaikan ini menunjukkan fundamental operasional perseroan tetap bertumbuh meski laba bersih tertekan faktor nilai tukar.

        Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan perseroan masih mampu mempertahankan kinerja yang solid di tengah ketidakpastian global.

        "Di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung, Indofood membukukan kinerja yang solid pada semester pertama di tahun 2026 ini. Kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat," ujar Anthoni Salim, dikutip Senin (3/8/2026). 

        Baca Juga: Bisnis Air Grup Salim Himpun Dana Rp2 Triliun dari Pasar Modal

        Baca Juga: ICBP Kena Hantaman Kurs, Laba Bersih Semester I 2026 Turun 33%

        Kinerja semester pertama menunjukkan bisnis inti Indofood masih bertumbuh, tercermin dari kenaikan penjualan, laba usaha, dan core profit. Namun, volatilitas nilai tukar memberikan tekanan terhadap laba bersih yang dilaporkan karena meningkatnya rugi translasi atas kewajiban dalam mata uang asing.

        Manajemen menyatakan akan tetap fokus menjaga pertumbuhan berkelanjutan melalui keseimbangan antara ekspansi pangsa pasar dan profitabilitas, sekaligus mempertahankan struktur neraca yang sehat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: