Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Bermuka Dua Soal Negosiasi dengan Amerika Serikat, Trump: Minta Bertemu, Lalu Membantah

        Iran Bermuka Dua Soal Negosiasi dengan Amerika Serikat, Trump: Minta Bertemu, Lalu Membantah Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik keras kepada para pemimpin dari Iran. Teheran menurutnya menunjukkan sikap yang bertolak belakang karena meminta pembicaraan negosiasi, tetapi kemudian membantah adanya hal tersebut kepada dunia.

        Menurut Trump, Iran bersikap tidak konsisten dalam menyampaikan posisi resminya kepada publik. Ia mengklaim negara tersebut telah meminta agar diadakan pertemuan dengan Amerika Serikat. Namun Teheran kkini justru menyatakan tidak pernah melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat.

        Baca Juga: Support Langkah Hukum, Dedi Mulyadi Ikut Buru Penebang Pohon Depan Lapangan Padel di Bandung

        "Kepemimpinan Iran luar biasa bermuka dua! Mereka meminta pertemuan, bahkan ada yang menyebut memohon. Pembicaraan dimulai, dengan pertemuan lanjutan yang sudah dijadwalkan dalam waktu dekat, tetapi kemudian mereka secara terbuka dan dengan bangga mengatakan bahwa mereka tidak mengadakan diskusi apa pun, tidak ada yang sedang dibahas, dan mereka hanya berurusan dengan Oman," ungkap Donald Trump, dikutip Selasa (4/8/2026).

        Trump menilai sikap Iran tersebut memperlihatkan inkonsistensi dalam diplomasi yang sedang berlangsung. Menurutnya, komunikasi antara kedua negara tetap berlangsung meskipun salah satu pihak berupaya menyangkalnya di hadapan publik.

        Presiden Amerika Serikat itu juga menegaskan bahwa pembahasan yang dilakukan bertujuan mencari solusi atas persoalan yang menurutnya telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia embali menggarisbawahi posisinya terhadap program nuklir dari Iran.

        "Sangat sederhana, Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir!" tegas Trump.

        Sebelumnya, Iran memastikan bahwa dunia akan segera melihat perbedaan mencolok di Selat Hormuz. Teheran menegaskan jalur perdagangan tersebut tidak akan pernah kembali seperti sebelum pecahnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS).

        Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei mengatakan bahwa menegaskan jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia kini memasuki babak baru, dengan skema pelayaran yang berbeda dari sebelumnya.

        Baca Juga: Denny Indrayana: Bagi Prabowo, Gibran Adalah Golden Ticket untuk Kantongi Support Jokowi

        "Negosiasi kami dilakukan dengan Oman. Ia difokuskan untuk mencapai kesepahaman mengenai rute yang akan menjamin keselamatan pelayaran melalui Selat Hormuz," kata Esmaeil Baqaei.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: