Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Cegah Downtime, Tingkatkan Efisiensi: Multipolar Technology Dorong Integrasi Observability dan Object Storage

        Cegah Downtime, Tingkatkan Efisiensi: Multipolar Technology Dorong Integrasi Observability dan Object Storage Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di era digital, gangguan terhadap satu aplikasi dapat berdampak pada keseluruhan layanan bisnis yang sangat merugikan. Gatling, platform pengujian beban (load testing) dan performa sumber terbuka (open source) global asal Prancis, menyebut biaya akibat waktu henti (downtime) aplikasi bagi perusahaan skala kecil berkisar antara US$8.000 hingga US$50.000 per jam, perusahaan manufaktur sebesar US$260.000 per jam, perusahaan layanan kesehatan US$1 juta per jam, dan perusahaan perbankan US$5 juta per jam. 

        Betapa besar kerugian yang ditimbulkan akibat gangguan aplikasi, sekalipun hanya sebentar. Untuk itu, demi membantu perusahaan-perusahaan meniadakan risiko tersebut, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mendorong pemanfaatan solusi-solusi yang mampu menyatukan data-data dari aplikasi, infrastruktur, jaringan, dan cloud ke dalam satu platform berbasis AI. Melalui pendekatan AI-Powered Observability, perusahaan dapat mendeteksi anomali, mempercepat analisis akar masalah, dan mengambil tindakan lebih cepat sebelum gangguan berdampak pada operasional bisnis, pengalaman pelanggan, dan potensi pendapatan.

        Solusi-solusi yang dimaksud, contohnya, adalah Elastic Observability dan Dell ObjectScale. “Integrasi keduanya membantu perusahaan memperoleh visibilitas menyeluruh atas kondisi layanan digital sekaligus menyediakan fondasi penyimpanan data yang aman, efisien, dan siap berkembang. Dampaknya, tim TI dapat merespons insiden lebih cepat, menjaga ketersediaan layanan, dan mendukung pertumbuhan bisnis berbasis data,” kata Achmad Fakhrudin, Senior Vice President Multipolar Technology, dalam seminar bertema “Unlock Resilient Digital Operations with Elastic Observability & Dell Infrastructure” yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (21/7).

        Untuk diketahui, Elastic Observability merupakan platform observabilitas terintegrasi yang menyatukan log, metrik, jejak aplikasi (traces), serta data infrastruktur ke dalam satu tampilan terpusat untuk memudahkan pemantauan, analisis, dan troubleshooting. Dengan dukungan Machine Learning, solusi ini membantu tim TI mengenali pola normal sistem, mendeteksi anomali, menghubungkan berbagai peristiwa, menjelaskan akar penyebab gangguan, serta merekomendasikan tindakan perbaikan. Bagi bisnis, kemampuan ini berarti waktu deteksi dan pemulihan yang lebih singkat, risiko downtime yang lebih rendah, dan pengalaman pelanggan yang lebih terjaga.

        Manfaat tersebut semakin kuat ketika Elastic Observability diintegrasikan dengan Dell ObjectScale. Jeffry Tjiung Sendjaja, Division Head Server Multipolar Technology, menjelaskan bahwa Elastic Observability memberikan gambaran kondisi aplikasi dan infrastruktur TI secara real-time, sementara Dell ObjectScale menyediakan penyimpanan objek berkapasitas besar yang aman, efisien, dan dapat diskalakan (scalable) untuk mendukung pertumbuhan data observabilitas dalam jangka panjang.

        Dalam praktiknya, data observabilitas yang dikumpulkan Elastic dapat disimpan secara otomatis ke Dell ObjectScale sesuai kebutuhan. “Kombinasi ini memungkinkan perusahaan menyimpan histori data observabilitas lebih lama, menelusuri kembali insiden dengan lebih mudah, dan tetap menjaga efisiensi biaya infrastruktur,” kata Jeffry. Menurutnya, kapabilitas scale-out architecture, geo-replication, enkripsi data, erasure coding, dan multi-tenancy pada Dell ObjectScale membantu perusahaan mengelola data dalam skala besar secara lebih aman dan terkendali.

        Kebutuhan terhadap penyimpanan objek modern menjadi semakin relevan seiring meningkatnya volume data tidak terstruktur (unstructured data) yang digunakan untuk analitik, observabilitas, dan AIOps. Di kancah global, perusahaan riset pasar IDC pada 2025 menyatakan, dari total volume data (datasphere) sebanyak 175 zettabyte (ZB), 90%-nya tidak terstruktur, sehingga membutuhkan penyimpanan yang besar, fleksibel, dan dapat diskalakan.

        Achmad menegaskan, integrasi Elastic Observability dan Dell ObjectScale membantu perusahaan membangun operasional digital yang lebih resilien: gangguan dapat dideteksi lebih cepat, data historis tetap tersedia untuk analisis, dan kapasitas penyimpanan dapat bertumbuh seiring kebutuhan bisnis. “Dengan visibilitas yang lebih baik dan infrastruktur data yang siap diskalakan, perusahaan dapat menjaga performa layanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kepercayaan pelanggan. Tim ahli Multipolar Technology siap membantu perusahaan menerapkan solusi ini sesuai kebutuhan bisnisnya,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Redaksi

        Bagikan Artikel: