Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Manfaatkan Teknologi Huawei, Multipolar Technology Kenalkan Dua Solusi untuk Tingkatkan Produktivitas Pabrik Manufaktur

Manfaatkan Teknologi Huawei, Multipolar Technology Kenalkan Dua Solusi untuk Tingkatkan Produktivitas Pabrik Manufaktur Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Efisiensi sekaligus meningkatkan produktivitas jadi tantangan banyak perusahaan manufaktur saat ini, terutama terkait integrasi jaringan information technology (IT) dan operational technology (OT), kendala troubleshooting, hingga stabilitas operasional. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Multipolar Technology Tbk menawarkan dua solusi berbasis teknologi Huawei, yakni Huawei iMaster NCE-Campus dan Huawei OceanStor Dorado. Dalam implementasinya, Multipolar Technology bertindak sebagai networking partner dari Huawei.

Kedua solusi tersebut diperkenalkan dalam seminar bertema “Smart Factory in Action: Stop Downtime, Start Performance” yang diselenggarakan Multipolar Technology bersama Huawei di Holiday Inn Cikarang, Bekasi, Kamis (7/5).

Division Head Network Presales Multipolar Technology Budianto Chandra mengatakan, solusi tersebut dirancang untuk membantu perusahaan manufaktur membangun operasional yang lebih andal, cerdas, aman, fleksibel, dan efisien sesuai kebutuhan industri saat ini.

“Dalam lingkungan manufaktur modern, jaringan pabrik dituntut harus mampu menghubungkan area produksi, gudang, kantor, kamera pengawas, monitoring dashboard, hingga data center secara terpadu. Sistem produksinya juga mesti mendukung mesin industri, robotic arm, autonomous guided vehicle, warehouse management system, dan sensor IoT secara real-time. Huawei iMaster NCE-Campus hadir untuk menyederhanakan pengelolaan konektivitas jaringan yang kompleks semacam itu,” ungkapnya.

Melalui unified IT/OT management, iMaster NCE-Campus disebut mampu mengelola ribuan perangkat jaringan dan puluhan ribu terminal secara bersamaan. Solusi tersebut juga didukung kemampuan otomatisasi jaringan berbasis artificial intelligence (AI), plug-and-play provisioning untuk mempercepat onboard perangkat baru, serta access point Wi-Fi 7 yang diklaim mampu menghadirkan konektivitas stabil tanpa blindspot di area industri.

Selain itu, platform iMaster NCE-CampusInsight yang terintegrasi dengan iMaster NCE-Campus dilengkapi fitur AI-based root cause analysis dan network digital map. Fitur tersebut memungkinkan perusahaan memantau pengalaman pengguna, performa aplikasi, dan status jaringan melalui satu dashboard terpadu.

Platform itu juga mendukung lebih dari 27 protokol OT seperti Modbus, Profinet, dan Onvif yang mampu mendeteksi serta memblokir berbagai ancaman siber. Dengan kemampuan tersebut, gangguan jaringan disebut dapat dideteksi lebih dini sehingga downtime proses produksi bisa dicegah.

Untuk mendukung akses data yang dibutuhkan iMaster NCE-Campus, Huawei OceanStor Dorado hadir sebagai solusi storage berperforma tinggi untuk mission-critical workloads dengan keamanan terintegrasi dan keandalan kelas enterprise.

“Dapat dipahami bahwa storage dalam pengelolaan jaringan IT/OT perusahaan manufaktur bukan lagi sekadar pendukung, melainkan sudah menjadi strategic enabler,” jelas Budianto.

OceanStor Dorado dibekali teknologi FlashLink Algorithms yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi cache hingga 50%, mempercepat rekonstruksi data sampai 20 kali, serta meminimalkan latensi pada sistem penyimpanan.

Baca Juga: Agentic AI Mulai Jadi Andalan Bisnis, Multipolar Technology Hadirkan Solusi End-to-End dari Microsoft untuk Perusahaan Indonesia

Selain itu, fitur RAID-TP memungkinkan sistem tetap berjalan meski terjadi kegagalan pada tiga disk secara bersamaan tanpa mengganggu proses produksi. Solusi tersebut juga disebut mampu menangani tujuh controller fail dari total delapan controller, serta mendukung disaster recovery dan business continuity.

“Intinya, kolaborasi antara solusi iMaster NCE-Campus dan OceanStor Dorado bisa menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan smart factory yang lebih andal, aman, dan efisien tanpa downtime. Dengan begitu, perusahaan manufaktur dapat lebih produktif, inovatif, dan kompetitif dibandingkan dengan kompetitor,” tambah Budianto.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat