Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Topremit Kombinasikan Teknologi dan Layanan Manusia untuk Transaksi Lintas Negara

        Topremit Kombinasikan Teknologi dan Layanan Manusia untuk Transaksi Lintas Negara Kredit Foto: Topremit
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di tengah meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan chatbot di industri teknologi finansial (fintech), penyedia layanan remitansi Topremit memilih mempertahankan layanan customer support berbasis manusia. Strategi tersebut ditempuh untuk memberikan pendampingan langsung kepada pengguna, khususnya dalam transaksi pengiriman uang ke luar negeri yang dinilai membutuhkan tingkat kepercayaan tinggi.

        Chief Executive Officer & Co-Founder Topremit Hermanto Wie mengatakan perusahaan memandang teknologi dan layanan manusia harus berjalan beriringan, terutama pada layanan keuangan lintas negara yang bersifat sensitif.

        "Fokus utama Topremit adalah menjamin transaksi internasional ke luar negeri yang aman, cepat, dan mudah. Namun bagi kami, teknologi canggih harus selalu diimbangi dengan pendampingan yang humanis, sehingga pengguna selalu merasa aman, tenang, dan dipedulikan di setiap transaksi," ujar Hermanto dalam keterangan resminya.

        Menurutnya, perusahaan sejak awal berkomitmen untuk tidak sepenuhnya menggantikan peran manusia dengan sistem otomatis dalam menangani kebutuhan pelanggan. Pendekatan tersebut diterapkan agar setiap kendala pengguna dapat ditangani berdasarkan konteks permasalahan, bukan hanya melalui respons otomatis.

        Dalam praktiknya, pengguna dapat berkomunikasi langsung dengan tim customer support untuk memperoleh penjelasan maupun penyelesaian atas kendala yang dihadapi selama proses transaksi.

        Strategi tersebut diambil di tengah tren adopsi AI yang semakin luas di industri fintech. Berbagai perusahaan mulai memanfaatkan chatbot dan teknologi otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi layanan pelanggan. Namun, Topremit menilai interaksi manusia tetap dibutuhkan pada layanan remitansi karena berkaitan dengan keamanan dana dan kepastian transaksi.

        Selain mengedepankan layanan pelanggan berbasis manusia, Topremit juga menekankan aspek kepatuhan terhadap regulasi. Perusahaan menyatakan telah mengantongi izin dari Bank Indonesia sejak 2009 sebagai penyelenggara layanan remitansi.

        Status tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan dalam membangun kepercayaan pengguna di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengiriman uang ke luar negeri.

        Baca Juga: Microsoft Resmi Naikkan Harga Produknya Secara Global, Biaya Chip AI Jadi Biang Kerok

        Baca Juga: Fortinet Sebut AI Tak Cukup Canggih, Harus Didukung Keamanan Siber

        Baca Juga: Belanja AI Membengkak, Big Tech AS Tanggung Utang Rp53.900 Triliun

        Hermanto menambahkan, perusahaan akan terus mempertahankan pendekatan layanan yang mengombinasikan pemanfaatan teknologi dengan pendampingan langsung dari tim profesional.

        Menurutnya, teknologi tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan. Namun, kehadiran manusia dinilai masih memiliki peran dalam memberikan solusi yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan pengguna.

        Pendekatan tersebut menjadi strategi Topremit dalam menjaga kualitas layanan sekaligus memberikan rasa aman bagi pengguna yang melakukan transaksi keuangan lintas negara.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: