Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bank Jago Siapkan Tabungan Emas Digital, Tinggal Tunggu Restu Regulator

        Bank Jago Siapkan Tabungan Emas Digital, Tinggal Tunggu Restu Regulator Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Jago Tbk tengah mematangkan pengembangan produk tabungan emas digital sebagai bagian dari perluasan layanan investasi bagi nasabah. Ke depan, perusahaan memastikan proses pengembangan berjalan sesuai rencana dan saat ini masih berada dalam tahap kajian internal serta menunggu persetujuan regulator sebelum resmi diluncurkan ke pasar.

        Head of Wealth Management Bank Jago Nyoman Sukmawati mengatakan hingga saat ini tidak terdapat kendala dalam pengembangan produk tersebut. Namun, sebagai bank, Bank Jago tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap tahapan penilaian sebelum menghadirkan produk baru kepada masyarakat.

        “Kalau tadi soal tabungan emas, betul kami sedang dalam penjajakan eksplorasi. Kalau bottleneck sih tidak ada. Cuma kami sebagai bank tentunya juga menerapkan proses kehati-hatian dalam kajian, dalam assessment kami. Jadi nanti begitu proses itu semua sudah dirasa cukup matang, sudah juga mendapatkan persetujuan dari pihak-pihak regulator yang harus kami lakukan dalam hal produk baru, tentunya nanti akan segera dirilis,” ujar Nyoman dalam Forum Jurnalis Jagoan (FJJ) di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

        Pada dasarnya, kata Nyoman, tabungan emas adalah kepemilikan emas digital, bukan emas fisik yang disimpan langsung oleh nasabah. Dengan layanan tersebut, nasabah bisa memiliki emas gramasi yang harganya mengikuti pasar setiap hari. Namun, emas fisik tetap tersedia dan disimpan oleh lembaga yang berwenang sebagai pihak penyimpan.

        “Jadi sebenarnya tabungan emas itu adalah terminologi yang diperkenalkan untuk lebih memudahkan masyarakat mengetahui fitur ini. Sebenarnya itu adalah kepemilikan emas digital. Nasabah bisa membeli emas, kemudian melihat gramasinya dan ekivalen rupiahnya sesuai harga yang berlaku pada hari itu,” katanya.

        Terkait jadwal peluncuran, Nyoman belum mengungkapkan tanggal pasti. Namun, ia memastikan Bank Jago akan segera memperkenalkan produk tersebut setelah seluruh proses internal dan perizinan selesai.

        “Sesegera mungkin. Begitu nanti sudah bisa direalisasi, pasti kita informasikan,” tutup Nyoman.

        Sekedar informasi, hingga semester I-2026, komposisi dana kelolaan atau asset under management (AUM) nasabah didominasi oleh saham dengan porsi 48,4%, reksa dana dengan porsi 38,6%, dan obligasi sebesar 13%.

        Sedangkan, per Juni 2026 Bank Jago telah memiliki 14,7 juta pengguna aplikasi dan sebanyak 3,6 juta nasabah telah terhubung dengan ekosistem investasi Bank Jago, Bibit, dan Stockbit.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: