Menkes Budi Sedih Dokter Hina Pasien BPJS, KKI Kantongi 10 Nama Nakes Diduga Nirempati
Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku prihatin atas munculnya komentar yang dinilai tidak berempati dari sejumlah dokter dan tenaga kesehatan terhadap pasien BPJS Kesehatan di media sosial. Pemerintah kini menyiapkan langkah lanjutan, sementara Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) terus memperluas investigasi.
Budi menegaskan tenaga kesehatan harus mengedepankan empati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, sikap tersebut menjadi bagian penting dari profesi yang berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.
"Saya sedih sekali melihat, tenaga kesehatan itu dan juga tenaga-tenaga profesi lainnya yang melayani masyarakat itu harus memiliki empati yang baik. Kasihan masyarakat kita kalau kita kemudian tidak, kita nirempati seperti itu," kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8).
Menkes mengatakan pemerintah akan lebih dulu memastikan status para tenaga kesehatan yang diduga terlibat sebelum menentukan langkah selanjutnya. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah yang bersangkutan masih berstatus mahasiswa atau sudah menjadi tenaga kesehatan aktif.
"Tindakan selanjutnya, nanti kita akan cek apakah yang bersangkutan statusnya itu pegawai atau masih pelajar," ujarnya.
Di sisi lain, Konsil Kesehatan Indonesia mengungkapkan telah mengantongi sedikitnya 10 nama dokter, dokter gigi, hingga perawat yang diduga mengunggah komentar tidak berempati terhadap pasien BPJS Kesehatan di Threads. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses investigasi masih berlangsung.
"Bisa jadi (bertambah). Ini kan nggak dihapus akunnya mereka kan," kata Pimpinan KKI Muhammad Syahril, Kamis (6/8).
"Kita bisa tahu semua di media sosial kan. PNS ada, swasta ada. Dokter gigi ada," lanjutnya.
Syahril menjelaskan identitas para tenaga kesehatan maupun rumah sakit tempat mereka bertugas belum dapat dipublikasikan. Menurutnya, perkara yang sedang ditangani lebih mengarah pada dugaan pelanggaran etik dalam penggunaan media sosial.
Baca Juga: Dokter Gia 'Tampar' Nakes Soal Kisruh BPJS: Pasien Salah Satu Jalan Rezeki Kita
Kasus ini bermula dari unggahan seorang pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan di Threads yang mengeluhkan belum mendapatkan ruang rawat inap setelah menunggu selama delapan jam. Unggahan tersebut kemudian dibalas sejumlah akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan dengan komentar yang dinilai tidak menunjukkan empati.
Peristiwa itu kembali menjadi sorotan setelah sembilan hari kemudian Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Sejak saat itu, komentar-komentar para tenaga kesehatan kembali viral dan menuai kecaman luas dari masyarakat di media sosial.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy